Temukan yang Anda cari

Rabu, 22 Januari 2025

Jelajahi Rahasia Kata dalam Metafora, Review Antologi Puisi

Judul : Seuntai Rindu dan Cinta dalam Bait Puisi

Penulis : Theresia Martini, S. Ag., M.M, dkk

Penerbit : CV. Anagraf Indonesia

Tahun terbit : 2023

Seuntai Rindu dan Cinta dalam Bait Puisi telah mempertemukan 22 penulis dengan gaya kepenulisan masing-masing. 

Penulis-penulis ini menyumbangkan 186 judul.

Buku ini terbagi atas 3 bagian dengan keunikanya masing-masing

Bagian A merupakan awal dari buku ini.

Membuka bagian ini maka kita akan dihadang oleh puisi berjudul Gelitik Pendar Cahaya Cinta Kita.

Judul yang cukup panjang untuk puisi yang identik dengan kalimat singkat sarat simbol.

Puisi ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Suhaimi, Theresia Martini, A. Soleh dan Mazmo.

Keempatnya merangkai 5 bait puisi yang begitu apik.

Kata-kata lugas mendominasi puisi ini sehingga pembaca bisa memahami maknanya tanpa mengerutkan kening.

Kolaborasi penulis dalam satu judul ini berlangsung sampai pada judul ke-101.

Penulis-penulis ini seakan punya ikatan batin yang kuat sehingga tercipta bait-bait yang padu. 

Berbeda dari bagian sebelumnya, bagian B ini diisi oleh penulis yang masing-masing menyumbangkan 5 karyanya.

Meskipun suguhannya berbeda namun pesan yang ingin disampaikan oleh ke-17 penulis ini begitu kuat.

Semakin lama kita membaca maka semakin kita lupa untuk berhenti.

Terbuai oleh aroma kata sarat simbol dan metafora yang semakin menyeruak dari setiap bait.

Metafora seakan menghanyutkan sekaligus mendamparkan kita pada saat yang bersamaan.

Kita terhanyut oleh harapan dan terdampar pada renungan.

Salah satu puisi sarat simbol nan metaforis dapat ditemui pada puisi berjudul Bercanda Pada Rindu. 

Puisi yang ditulis oleh Lis Andriani ini begitu mengaduk-aduk emosi.

Pilihan katanya membuat kita merenung sejenak untuk memahami kedalaman maknanya.

Disaat bersamaan, kita juga terasa akrab dengan situasi yang digambarkan oleh diksi pilihannya.

Di bagian ini pula dapat kita temui jenis puisi akrostik. 

Perlu diketahui bahwa puisi akrostik adalah salah satu bentuk puisi dimana setiap baris terbentuk dari huruf awal pada judul puisi. 

Karya unik juga dipersembahkan oleh Suprihationo Sardi melalui Baladanya yang membawa kita pada zaman Fir'aun

Terlepas dari lugas atau simboliknya kata yang digunakan, buku ini layak untuk dibaca.

Sebagai bahan perenungan dan refleksi terhadap harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa datang

Bagian C merupakan bagian penutup dari buku ini. Bagian ini memperkenalkan setiap penulis melalui bionarasi. 


Selasa, 21 Januari 2025

Dunia Penuh Warna, Review Antologi

Judul : Kumpulan Cerita Anak; Dunia Penuh Warna

Penulis : Patimah dkk 

Penerbit : Dandelion Publisher

Tahun terbit : 2025

Jumlah Halaman : x + 166 


Dunia anak begitu unik untuk dijelajahi. 

Tak sekedar penjelajahan namun lebih dari itu. 

Ada banyak pembelajaran di dalamnya termasuk tentang pembentukan karakter. 

Pembentukan karakter di dapat melalui pesan moral dalam cerita. 

Begitulah buku antologi ini dibuat. 

Buku antologi yang mempertemukan 18 penulis dengan gaya kepenulisan masing-masing.

Tema yang diangkatpun beragam.

Mulai dari aktifitas harian anak sampai dengan tema penuh imajinasi. 

Salah satu tema aktifitas harian diangkat melalui cerita berjudul Jas Hujan Sultan yang ditulis oleh Ratnawati. 

Penulis bercerita tentang kejutan yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya. 

Sementara tema imajinasi khas anak-anak dapat ditemukan dalam cerita berjudul Bening dan Kebiasaan Uniknya karya Lis Andriani,S.Pd.,Gr. 

Kisah ini tentang seorang anak perempuan bernama Bening yang punya kebiasaan unik yaitu berbicara dengan awan. 

Selain pesan moral, kisah ini juga erat hubungannya dengan materi pembelajaran di sekolah. 

Dengan demikian anak-anak bisa memahami materi pembelajaran dengan cara yang berbeda. 

Meskipun berbeda namun cara ini cukup menyenangkan.

Kisah dalam antologi ini dikemas dengan bahasa yang sederhana. 

Selain bahasa sederhana, plot yang disajikan pun cenderung "lurus". 

Meskipun cerita ini didominasi oleh plot "lurus" namun ada juga cerita yang plotnya lumayan ngetwist. 

Plot twist dapat kita temukan pada cerita berjudul Layang-layang Ajaib. 

Layang-layang Ajaib bercerita tentang kebiasaan anak-anak untuk bermain layang-layang pada musim kemarau. 

Konflik kemudian terjadi sampai melibatkan orang tua bahkan Kepala Desa. 

Membaca buku ini dari awal maka kita akan menekukan keseruan.

Keseruan ini berlangsung hingga cerita ke-16. Di cerita ke-17 keseruan dunia anak-anak sedikit terganggu.

Gangguan ini terjadi karena cerita berjudul Nikmatnya Kuliner Terjang Rasa. 

Tulisan karya Ahmad Fanani Mosah ini bercerita tentang interaksi antara Kang Abid dan Istrinya,Ning Dewi dalam mengatasi penyakit Kang Abid. 

Sepanjang cerita ini tak ditemukan sedikitpun kisah tentang aktifitas anak. 

Terlepas dari "gangguan" tersebut, buku ini tetap layak untuk dibaca oleh anak-anak.  

Pesan moral tentang kesabaran, tanggung jawab, kerjasama, persahabatan terasa sangat kental dalam setiap cerita. 

Para penulis berhasil menyampaikan pesan dengan cara khas masing-masing.

Berbagi ala Sulungku

Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu

                                               Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu KPU sebagai lembaga independen yang me...