🍵 Suka dengan tulisan ini? Traktir aku di sini ya!
Temukan yang Anda cari
Kamis, 22 Mei 2025
Ijazah yang Berbisik di Bawah Beringin
Minggu, 06 April 2025
Sekolah Bintang Lima, Telinga Minus Lima
“Sekolah seharusnya tempat tumbuh, bukan tempat tunduk. Tapi kadang, kita dituntut untuk menjadi pohon bonsai yang rapi, tapi tak pernah benar-benar hidup.”
Sava tidak pernah mengira satu tulisan bisa mengubah hidupnya. Padahal, ia hanya menuliskan apa yang ia lihat: Toilet sekolah bocor padahal dana renovasi sudah cair. AC kelas rusak tapi rapor kebersihan tetap “A+.” Guru lebih sibuk menyiapkan lomba ketimbang mengajar.
Tulisan itu ia unggah di blog malam Jumat. Judulnya: “Sekolahku, Pabrik Nilai dan Ketakutan.” Awalnya ia kira hanya lima orang yang akan membaca—ternyata lima ribu.
Sejak saat itu, Sava sadar: Yang paling ditakuti dari sekolah bukan ujian, tapi keberanian bertanya "kenapa?"
Diundang masuk, bukan untuk diberi penghargaan...
Keesokan paginya, namanya muncul di papan pengumuman, bukan sebagai juara, tapi sebagai terdakwa.
*Tamu Kepala Sekolah: Sava Ramaditya – Ruang BK jam 09.00.*
Di ruang itu, Bu Nila, guru BK yang biasanya berhati pastel, kini berwajah kelabu.
“Kamu tahu tulisan kamu bisa bikin sekolah kita kehilangan sponsor lomba nasional, kan?” katanya, setengah membujuk, setengah menggertak. “Ini bukan soal benar atau salah. Ini soal loyalitas. Kamu bagian dari institusi ini.”
Sava hanya menatap lantai. Ia ingin menjawab, “Sejak kapan menulis kebenaran jadi pelanggaran?” Tapi ia tahu, pertanyaan itu hanya akan memperpanjang daftar “pelanggaran.”
Sunyi di kantin, ramai di internet
Sejak itu, suasana sekolah berubah.
Di kantin, bangku di sebelahnya selalu kosong. Bahkan Raka, sahabatnya sejak SMP, hanya berani berkata lirih:
“Gue nggak pengin ikut-ikutan disorot, Sav.”
Tapi di luar tembok sekolah, suara-suara lain berdatangan.
*“Akhirnya ada yang ngomong juga!”*
*“Keep writing. Suaramu penting.”*
*“Terima kasih. Suara kamu, suara kami juga.”* (dari seorang guru honorer, anonim)
Namun tekanan makin nyata. Blog-nya diblokir lewat Wi-Fi sekolah. Orang tuanya dipanggil. Dan puncaknya: Ia diminta berbicara saat upacara, untuk "mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka."
Senin pagi saat upacara bendera...
Sava berdiri di podium. Seragamnya rapi. Rambutnya disisir lebih patuh dari biasanya. Tapi di matanya, ada api kecil yang belum padam.
Semua hadirin menanti satu hal: permintaan maaf.
Tapi Sava membuka kertasnya pelan-pelan.
Sunyi hingga detak jarum jam terasa begitu nyaring. Pandangannya menyapu hadirin.
“Aku pernah belajar bahwa sekolah adalah tempat untuk tumbuh, bukan tunduk. Tapi aku juga belajar bahwa tumbuh itu menyakitkan. Apalagi saat pohon-pohon ditanam di pot yang tidak boleh pecah.”
Itu puisi. Bukan klarifikasi. Dan bukan permintaan maaf.
Ia tidak menyebut nama siapa pun. Tapi semua tahu siapa yang ia maksud. Saat Sava turun, lapangan sunyi. Lalu satu tepuk tangan. Lalu bertambah. Lalu riuh.
Sava diskors. Tapi blog-nya meledak. Artikel itu jadi materi diskusi nasional. Sekolahnya tak bubar, tapi temboknya mulai retak.
“Saya meminta maaf atas tulisan saya yang telah menimbulkan kegaduhan. Saya berjanji untuk menjaga nama baik sekolah.”
Semua guru lega. Kepala sekolah mengangguk puas. Upacara berakhir seperti biasa: bendera diturunkan, semua bubar.
Beberapa minggu kemudian, televisi nasional menayangkan lomba esai siswa se-Indonesia. Sava tampil sebagai finalis, membaca esai barunya.
Judulnya?
“Sekolahku, Pabrik Nilai dan Ketakutan.”
Kali ini tanpa sensor. Tanpa blokir. Ia tak menyebut nama sekolah. Tapi semua orang tahu.
Kepala sekolah mendadak cuti panjang. Sekolahnya kebanjiran undangan “untuk berbenah.”
Dan kamu, pembaca...
Pilihlah akhir yang kamu percaya. Apakah keberanian harus lantang dan terbuka? Atau kadang, diam bisa lebih membakar dari teriakan?
Yang jelas:
Tak ada yang lebih menyala dari suara yang tak bisa dipadamkan.
🍵 Suka dengan tulisan ini? Dukung Jalan Ninja Literia ya
Sabtu, 05 April 2025
Selamat Datang di Literia
Selamat datang di Literia.
Tempat kata-kata berpadu antara nyeni dan nyeleneh, antara jenaka dan jelimet, antara harapan dan kenyataan yang kadang bikin nyesek tapi juga bikin mikir.
Literia lahir dari kebiasaan menulis yang terlalu serius untuk dianggap iseng, tapi terlalu santai untuk disebut formal. Di sini, kamu akan menemukan tulisan yang tidak sekadar menceritakan, tapi juga menyenggol; tidak cuma menghibur, tapi juga menyulut rasa ingin tahu.
Kami percaya bahwa menulis adalah jalan ninja yang bisa ditempuh siapa saja—selama masih ada rasa, keresahan, dan keinginan untuk memahami dunia (dan diri sendiri) dengan cara yang tidak biasa.
Apa Isi Literia?
-
Cerpen-cerpen ringan yang mengandung makna mendalam
-
Opini dan refleksi dari sudut pandang yang kadang miring tapi jujur
-
Catatan kehidupan yang ditulis dengan gaya nyastra tapi membumi
-
Sedikit sindiran, banyak senyuman, dan kadang-kadang, air mata
Kenapa Literia?
Karena menulis bukan hanya tentang menyusun kata, tapi juga menyusun makna. Literia ingin menjadi rumah bagi siapa pun yang mencintai tulisan, menyukai renungan, dan tidak takut tertawa di tengah kegelisahan.
Rabu, 12 Februari 2025
Nada Hening, sebuah puisi
Di ruang sunyi, waktu menguap,
Cinta terurai dalam debu-debu kata.
Kau adalah bayang yang tak lagi setia,
Menyelinap di antara lipatan mimpi yang patah.
Langit menangis dalam warna-warni yang pudar,
Setiap tetesnya adalah pecahan janji yang tercecer.
Aku berjalan di atas puing-puing kenangan,
Tersandung pada batu-batu dusta yang kau tebar.
Api yang dulu menyala, kini jadi abu-abu dingin,
Membeku di ujung jari yang tak lagi menyentuh.
Kau adalah lagu yang terhenti di tengah nada,
Meninggalkan gema yang hampa dan getar yang mati.
Di sini, aku berdiri,
Sebuah patung yang retak,
Menatap cermin yang memantulkan bayangmu,
Yang perlahan larut dalam kabut pengkhianatan.
Cinta?
Ia hanya kata yang terjatuh,
Terperangkap dalam labirin waktu,
Menjadi bisikan yang tak pernah sampai.
Rabu, 22 Januari 2025
Jelajahi Rahasia Kata dalam Metafora, Review Antologi Puisi
Judul : Seuntai Rindu dan Cinta dalam Bait Puisi
Penulis : Theresia Martini, S. Ag., M.M, dkk
Penerbit : CV. Anagraf Indonesia
Tahun terbit : 2023
Seuntai Rindu dan Cinta dalam Bait Puisi telah mempertemukan 22 penulis dengan gaya kepenulisan masing-masing.
Penulis-penulis ini menyumbangkan 186 judul.
Buku ini terbagi atas 3 bagian dengan keunikanya masing-masing
Bagian A merupakan awal dari buku ini.
Membuka bagian ini maka kita akan dihadang oleh puisi berjudul Gelitik Pendar Cahaya Cinta Kita.
Judul yang cukup panjang untuk puisi yang identik dengan kalimat singkat sarat simbol.
Puisi ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Suhaimi, Theresia Martini, A. Soleh dan Mazmo.
Keempatnya merangkai 5 bait puisi yang begitu apik.
Kata-kata lugas mendominasi puisi ini sehingga pembaca bisa memahami maknanya tanpa mengerutkan kening.
Kolaborasi penulis dalam satu judul ini berlangsung sampai pada judul ke-101.
Penulis-penulis ini seakan punya ikatan batin yang kuat sehingga tercipta bait-bait yang padu.
Berbeda dari bagian sebelumnya, bagian B ini diisi oleh penulis yang masing-masing menyumbangkan 5 karyanya.
Meskipun suguhannya berbeda namun pesan yang ingin disampaikan oleh ke-17 penulis ini begitu kuat.
Semakin lama kita membaca maka semakin kita lupa untuk berhenti.
Terbuai oleh aroma kata sarat simbol dan metafora yang semakin menyeruak dari setiap bait.
Metafora seakan menghanyutkan sekaligus mendamparkan kita pada saat yang bersamaan.
Kita terhanyut oleh harapan dan terdampar pada renungan.
Salah satu puisi sarat simbol nan metaforis dapat ditemui pada puisi berjudul Bercanda Pada Rindu.
Puisi yang ditulis oleh Lis Andriani ini begitu mengaduk-aduk emosi.
Pilihan katanya membuat kita merenung sejenak untuk memahami kedalaman maknanya.
Disaat bersamaan, kita juga terasa akrab dengan situasi yang digambarkan oleh diksi pilihannya.
Di bagian ini pula dapat kita temui jenis puisi akrostik.
Perlu diketahui bahwa puisi akrostik adalah salah satu bentuk puisi dimana setiap baris terbentuk dari huruf awal pada judul puisi.
Karya unik juga dipersembahkan oleh Suprihationo Sardi melalui Baladanya yang membawa kita pada zaman Fir'aun
Terlepas dari lugas atau simboliknya kata yang digunakan, buku ini layak untuk dibaca.
Sebagai bahan perenungan dan refleksi terhadap harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa datang
Bagian C merupakan bagian penutup dari buku ini. Bagian ini memperkenalkan setiap penulis melalui bionarasi.
Selasa, 21 Januari 2025
Dunia Penuh Warna, Review Antologi
Judul : Kumpulan Cerita Anak; Dunia Penuh Warna
Penulis : Patimah dkk
Penerbit : Dandelion Publisher
Tahun terbit : 2025
Jumlah Halaman : x + 166
Dunia anak begitu unik untuk dijelajahi.
Tak sekedar penjelajahan namun lebih dari itu.
Ada banyak pembelajaran di dalamnya termasuk tentang pembentukan karakter.
Pembentukan karakter di dapat melalui pesan moral dalam cerita.
Begitulah buku antologi ini dibuat.
Buku antologi yang mempertemukan 18 penulis dengan gaya kepenulisan masing-masing.
Tema yang diangkatpun beragam.
Mulai dari aktifitas harian anak sampai dengan tema penuh imajinasi.
Salah satu tema aktifitas harian diangkat melalui cerita berjudul Jas Hujan Sultan yang ditulis oleh Ratnawati.
Penulis bercerita tentang kejutan yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya.
Sementara tema imajinasi khas anak-anak dapat ditemukan dalam cerita berjudul Bening dan Kebiasaan Uniknya karya Lis Andriani,S.Pd.,Gr.
Kisah ini tentang seorang anak perempuan bernama Bening yang punya kebiasaan unik yaitu berbicara dengan awan.
Selain pesan moral, kisah ini juga erat hubungannya dengan materi pembelajaran di sekolah.
Dengan demikian anak-anak bisa memahami materi pembelajaran dengan cara yang berbeda.
Meskipun berbeda namun cara ini cukup menyenangkan.
Kisah dalam antologi ini dikemas dengan bahasa yang sederhana.
Selain bahasa sederhana, plot yang disajikan pun cenderung "lurus".
Meskipun cerita ini didominasi oleh plot "lurus" namun ada juga cerita yang plotnya lumayan ngetwist.
Plot twist dapat kita temukan pada cerita berjudul Layang-layang Ajaib.
Layang-layang Ajaib bercerita tentang kebiasaan anak-anak untuk bermain layang-layang pada musim kemarau.
Konflik kemudian terjadi sampai melibatkan orang tua bahkan Kepala Desa.
Membaca buku ini dari awal maka kita akan menekukan keseruan.
Keseruan ini berlangsung hingga cerita ke-16. Di cerita ke-17 keseruan dunia anak-anak sedikit terganggu.
Gangguan ini terjadi karena cerita berjudul Nikmatnya Kuliner Terjang Rasa.
Tulisan karya Ahmad Fanani Mosah ini bercerita tentang interaksi antara Kang Abid dan Istrinya,Ning Dewi dalam mengatasi penyakit Kang Abid.
Sepanjang cerita ini tak ditemukan sedikitpun kisah tentang aktifitas anak.
Terlepas dari "gangguan" tersebut, buku ini tetap layak untuk dibaca oleh anak-anak.
Pesan moral tentang kesabaran, tanggung jawab, kerjasama, persahabatan terasa sangat kental dalam setiap cerita.
Para penulis berhasil menyampaikan pesan dengan cara khas masing-masing.
Senin, 25 Desember 2023
Marana; Simulasi Tungsura
Simulasi Pemungutan dan Penghitungan suara serta penggunaan Sirekap pada pemilihan umum 2024 adalah tajuk dari kegiatan yang dilaksanakan di gedung Maroso Sintuvu, Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Tujuan dilaksanakannya acara ini adalah untuk memperdalam pemahaman para penyelenggara pemilu terkai teknis dalam penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilu yang akan terselenggara kurang dari limapuluh hari lagi. Simulasi dilaksanakan oleh KPU Donggala dihadiri oleh PPK se-Kabupaten Donggala beserta PPS didesain mendekati situasi sebenarnya. Untuk lebih mendekati lagi situasi sebenarnya maka disusun beberapa skenario yang berpeluang terjadi di lapangan pada hari pemungutan suara dan bagaimana tindakan penanganannya. Skenario yang dimaksud antara lain adalah adanya pemilih pindah, pemilih yang terdaftar di DPT TPS lain, pemilih yang menggunakan KTP-el, pemilih disabilitas, pemilih dengan gangguan jiwa, dan lain sebagainya.
Para peserta simulasi juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan langsung dijawab oleh Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Donggala sebagai pemandu kegiatan. Dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan agar kejadian yang berpeluang menimbulkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dapat diminimalisir. Salam demokrasi.
Marana, 26 Desember 2023
Rapat Koordinasi Pengawasan Distribusi Logistik
Jelang pemilihan umum yang nantinya jatuh pada tanggal 14 Februari 2024 maka diperlukan adanya sinergitas diantara penyelenggara pemilu baik dari penyelenggara teknis maupun dari segi pengawasan. Untuk menjalin sinergitas tersebut maka dilaksanakan kegiatan bertajuk Rapat Koordinasi Pengawasan Distribusi Logistik Pemilu Serentak bagi Panwaslu Kelurahan/Desa se-Kecamatan Balaesang, yang berlangsung di Sekretariat Panwascam Kecamatan Balaesang. Kegiatan ini menghadirkan PKD se-Kecamatan Balaesang, Kapolsek Balaesang, dan Ketua PPK Balaesang bersama anggota PPK Divisi Hukum dan Pengawasan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Panwascam Kecamatan Balaesang yang dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua PPK dan Kapolsek. Dalam sambutannya, baik Ketua PPK maupun Kapolsek menekankan pentingnya koordinasi antara pihak kepolisian dan para penyelenggara pemilu dalam hal ini adalah PPK dan Panwascam.Selanjutnya adalah pemaparan materi tentang logistik pemilu dan distribusinya oleh ketua PPK yang dilanjutkan oleh Anggota PPK Divisi Hukum dan Pengawasan. Untuk lebih mematangkan pemahaman peserta maka dibuka sesi diskusi yang diikuti dengan antusias oleh peserta.
Semoga dengan kegiatan ini maka sinergitas di antara penyelenggara pemilu dapat terjalin sehingga pelaksanaan Pemilu berjalan dengan sukses.
Balaesang, 25 Desember 2023
Jumat, 22 Desember 2023
Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih; Pemilu Sarana Integrasi Bangsa
Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih pada Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kecamatan Balaesang menjadi tajuk acara yang pagi ini berlangsung di Aula kantor kecamatan Balaesang dan dihadiri oleh beberapa elemen masyarakat di antaranya adalah para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, unsur pemerintah, Komisioner KPU Kabupaten Donggala Divisi Hukum dan Pengawasan serta TNI/Polri.
Acara ini bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat batapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu untuk menentukan arah masa depan negeri ini. Dalam sambutannya, komisioner KPU kabupaten Donggala Divisi Hukum Dan Pengawasan mengatakan bahwa ada beberapa macam golput di antaranya adalah Golput teknis, Golput politis, golput teknis politis, dan golput ideologis. Beliau juga menjelaskan tentang peran pemerintah dalam pemilu sebagaimana tercantum dalam UU No.7/2017 yaitu:1. Meningkatkan partisipasi masyarakat
2. Membantu distribusi pemilih.
Setelah pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan Pendidikan Pemilih. Ada perbedaan antara sosialisasi dan pendidikan Pemilih yaitu sosialisasi adalah proses penyampaian informasi pemilu dan pemilihan sedangkan pendidikan pemilih adalah proses penyampaian informasi pemilu atau pemilihan kepada pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran pemilih tentang pemilu dan pemilihan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.
Selain hal di atas, ada beberapa poin yang disampaikan antara lain informasi tentang peserta pemilu (PPWP/DPD/DPR RI/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten, Daerah pemilihan, tahapan pemilu, tata cara pemberian suara. Tak lupa pula beliau mengingatkan bahwa Pemilu adalah sarana integrasi bangsa.
Balaesang, 23 Desember 2023
Selasa, 19 Desember 2023
PPK Divisi Hukum dan Pengawasan Mengawal Rekrutmen KPPS
Rabu, 20 Desember 2023 bertempat di ballroom Swiss-Belhotel Palu dilaksanakan kegiatan yang bertajuk BimbinganTeknis Panitia Pemungutan Suara Se-Kabupaten Donggala Dalam Rangka Kesiapan Pelaksanaan Pemilu dan Simulasi Penggunaan Sirekap Tahun 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan semua Divisi kecuali Divisi Hukum dan Pengawasan. Terkait ketidakhadiran anggota PPK Divisi Hukum dan Pengawasan dapat dijelaskan bahwa mereka melakukan tugas untuk mengawal rekrutmen KPPS yang hari ini memasuki hari terakhir pendaftaran. Divisi Hukum dalam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bertanggung jawab mengawal rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan memastikan kepatuhan terhadap peraturan hukum. Tugas divisi ini melibatkan pemantauan aspek hukum, transparansi, akuntabilitas, perlindungan hukum bagi KPPS. Tujuannya adalah memastikan rekrutmen berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salut untuk PPK Divisi Hukum dan Pengawasan.
Palu, 20 Desember 2023
Selasa, 28 November 2023
Refleksi; Guru yang berhenti belajar sebaiknya berhenti mengajar.
Salah satu faktor yang membuat sebuah pembelajaran menjadi menyenangkan adalah dengan menghadirkan media pembelajaran yang disenangi oleh murid salah satunya adalah penerapan Augmented Reality. Augmented Reality memungkinkan murid untuk melihat lebih dekat dengan materi pelajaran yang abstrak sebut saja organ pencernaan atau sistem tata surya. Dengan menggunakan Augmented Reality maka materi pelajaran yang tadinya tidak bisa dilihat karena sangat kecil seperti bakteri atau materi yang sangat besar seperti plenet ataupun materi yang tersembunyi seperti organ pernapasan dapat diamati secara riil. Dari pengamatan secara riil ini diharapkan agar pemahaman murid terhadap materi pelajaran yang disajikan bisa lebih mendalam. Mengingat bahwa teknologi Augmented Reality merupakan hal baru bagi sebagian guru maka digagaslah pelatihan Merancang media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) oleh Komunitas Belajar Klik Siber yang dilakukan secara daring dan dihadiri oleh 50 orang peserta. Tahapan perancangan AR meliputi rencana ide, desain marker, visualisasi 2D/3D, Publish, generate, dan share.
Aspek evaluasi dan pengukuran efektivitas media pembelajaran AR juga akan dibahas, memungkinkan peserta untuk menilai sejauh mana media pembelajaran yang mereka rancang dapat mencapai tujuan pembelajaran. Pelatihan ini dapat melibatkan proyek praktis di mana peserta merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran AR untuk topik atau mata pelajaran tertentu.
Pelatihan ini akhirnya ditutup dengan qoutes yang menyentuh bahwa "Guru yang tidak mau atau berhenti belajar sebaiknya berhenti mengajar"
Berbagi ala Sulungku
Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu
Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu KPU sebagai lembaga independen yang me...
-
Judul : Kumpulan Cerita Anak; Dunia Penuh Warna Penulis : Patimah dkk Penerbit : Dandelion Publisher Tahun terbit : 2025 Jumlah Halaman : x...
-
(Berapa sisa uang kas kelas yang pernah sa bayar?) (Belum sa hitung, masih di tempat ibadah sa ini) (28rb ko punya. Kenapa dan?) (Ko kase...
.png)







