Temukan yang Anda cari

Selasa, 08 Agustus 2023

Langkah- langkah Menerbitkan Majalah Sekolah

 


Penulis : Lis Andriani

Judul : Langkah- langkah Mnerbitkan Majalah Sekolah

Resume ke : 11

Gelombang : 29

Tanggal : 19 Juli 2023

Tema : mengelola majalah Sekolah

Sebagai sebuah lembaga formal, sekolah tentunya butuh alat yang bisa digunakan sebagai alat komunikasi, promosi maupun sosialisasi yang menghubungkannya dengan para pemangku kepentingan. Majalah sekolah salah satu alat yang bisa digunakan untuk tujuan tersebut. Adapun tujuan penerbitan majalah sekolah adalah :

1.     Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa

2.     Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.

3.     Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar  dll)

4.     Sarana publikasi sekolah di masyarakat

5.     Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.

Sekolah yang sudah mengaktifkan majalah pasti tahu kelebihan ini namun bagaimana halnya bagi sekolah yang belum pernah menerbitkan majalah didinding, entah karena keterbatasan SDM ataupun SDT (Sumber Daya Teknologi) terutama sekolah yang berada di pelosok tentu akan bertanya-tanya bagaiman cara memulai menerbitkan majalah dinding. Bersama narasumber yang merupakan seorang pemimpin redaksi majalah sekolah Kharisma akan berbagi pengalaman bagaimana mengaktifkan majalah sekolah.

Ada satu kata kunci yang bisa menjadi pemantik yaitu “MAU” untuk membangun komitmen untuk konsisten. Sebelum lebih lanjut mengupas tentang majalah dinding ini, kita mulai dulu dari pengertian. Menurut KBBI majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.  Berdasarkan Waktu penerbitannya, majalah dibedakan atas:majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya. Sedangkan menurut Isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya.

Adapun langkah-langkah untuk menerbitkan majalah sekolah adalah :

1.     Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah.

2.     Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.

3.     Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dan lain-lain.

4.     Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dan lain-lain.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah.

1.     Membuat nama majalah. Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat. Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi. contohnya SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.

2.     Menentukan artikel yang akan ditampilkan. 1.  Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di halaman 2.

3.     Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.

4.     Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.

5.     Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik.

6.     Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.

7.     Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll.

8.     Kegiatan Siswa: Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll.

9.     Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.

10.  Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah

11.   Info dan pengumuman: Info ujian, libur dan sebagainya.

Alamat, Visi dan misi sekolah dicantumkan di halaman 2. Jika menginginkan memasang foto crew majalah bisa juga di letakkan di halaman 2. . Mengajukan ISSBN. Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah.

Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimurid.

Saran :

1.     Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.

2.     Tidak menggunakan bahasa terlalu formal/kaku.

3.     Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan.

4.     Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan) Misalnya hay gaess, hai sobat (sapaan  untuk para     pembaca)

5.     Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.

Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya :

Tetap Berprestasi di Masa Pandemi, Semakin Berilmu Semakin Berakhlak, Lets go green, Raih Mimpi Setinggi Bintang, Hold Your Star

Cover dan Layout Menarik.

Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah selain itu juga mencerminkan tema dan isi majalah sehingga tampilan cover harus menarik pembaca.

Hal yang perlu diperhatikan dalam Layout dan tata letak majalah:

1.     Dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP, SMA).

2.     Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.

3.     Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel.

Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

Upgrade Ilmu Secara Kontinue. Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

 Pupuk Kekompakan Team. Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah tim.

Salam Literasi


Senin, 07 Agustus 2023

Promosi Buku. Pentingkah?

 


Penulis : Lis Andriani

Judul : Promosi Buku. Pentingkah?

Resume ke : 19

gelombang : 29

tanggal : 07 Agustus 2023

Tema : Teknik Promosi Buku

Narasumber : Zainuddin, MM.,MNE

Gerimis masih merinai di luar sana. Dingin sisa hujan sore ini masih terasa. Secangkir kopi menamaniku melewati malam pertemuan KBMN ke-19 masih menyisakan uap hangat. Malam ini kebersamaan dengan narasumber penulis buku best seller Man Jadda wa Jada. Mengapa sebuah buku bisa menjadi best seller? Jawabannya adalah promosi. Lalu apa yang mesti kita lakukan untuk mempromosikan buku kita.

Sebagaimana produk lain, buku juga perlu dipromosikan agar dikenal oleh orang lain sebelum mereka tertarik dan yakin untuk membelinya. Ada 7 (tujuh cara) yang bisa dilakukan untuk promosi buku yaitu:

1.     Launching buku. Launching buku dapat dilakukan oleh penulis maupun penerbit baik secara luring maupun secara daring, dengan memamfaatkan acara live di media social.

2.     Bedah buku. Bedah buku adalah diskusi tentang isi buku. Ini juga bisa dilakukan luring maupun daring.

3.     Seminar atau pelatihan. Lagi-lagi bisa dilakukan secara luring atau pun daring.

4.     Membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang sesuai dengan tema buku kita. Komunitas membuat kita lebih dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkannya kepada pembaca.

5.     Membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang yang menjualkan buku kita. Kita bisa memberikan 20%-30% dari hasil penjualn buku kita.

6.     Memasukkannya di marketplace. Semakin populernya marketplace akhir-akhir ini memudahkan kita dalam pemasaran. Situasi  ini  hendaknya kita mamfaatkan sebagai sarana promosi buku.

7.     Memamfaatkan media sosial. Keberadaan subscriber dan followers dapat dimamfaatkan untuk  promosi buku dengan memberkan informasi terkait buku kita. Bagikan apa yang mereka butuhkan terkait buku yang kita tulis. Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

Demikian cara yang bisa ditempuh untuk promosi buku.

 

Ba;aesang, 09 Agustus 2023

Minggu, 06 Agustus 2023

Kiat Menulis Mudah

 


Penulis    : Lis Andriani

Judul        : Kiat Menulis Mudah

Resume ke    : 10

Gelombang    : 29

Tanggal        : 17 Juli  2023

Tema            : Menulis Itu Mudah

Narasumber    : Prof. Dr. Ngainun Naim

Kiat Menulis Karya Fiksi

 

Penulis        : Lis Andriani

Judul             :    Kiat Menulis Karya Fiksi

Resume ke    : 9

Gelombang     : 29

Tanggal            : 14 Juli 2023

 Setelah seharian berkutat dengan berbagai kegiatan, rasanya begitu lelah, ingin istirahat. Tapi tiba-tiba teringat bahwa malam ini ada jadwal pertemuan pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Komunitas Belajar Menulis Nusantara. Malam ini sudah memasuki pertemuan ke-9 dengan mengusung tema Kiat Menulis Cerita Fiksi bersama Sudomo, S.Pt sebagai narasumber.

    Membaca tema yang sebelumnya beredar melalui flyer, rasanya saya ingin menyanyikan lagu Sorak-Sorak Bergembira. Kenapa? Ini aku banget…hehehe…

    Saya sudah ‘berkenalan” dengan Dian Yasmina Fajri, Muhammad Yulius, dan penulis  fiksi lainnya melalui majalah Annida sejak jaman masih pakai seragam putih biru sampai sekarang anaknya pakai seragam putih abu-abu. Kegemaran akan membaca karya fiksi tak pernah berubah seperti Mentari yang tak  pernah jemu menerangi semesta. Cieee….

    Kali ini narasumber menggunakan alur Merdeka belajar dalam penyamapiannya. Langkah pertama dari alur ini adalah : pertama, mulailah dari diri. Jawablah pertanyaan pemantik seperti seberapa sering kita menulis cerita fiksi?, Mengapa kita tertarik untuk menulis?, Apa yang kita pahami tentang menulis fiksi?, langkah apa yang kita tempuh untuk bisa menulis fiksi dengan baik?. Langkah kedua adalah Eksplorasi Konsep. Dalam eksplorasi konsep ini dapat diperdlam di sini https://youtu.be/dXX9RWxT_u8 bagi yang suka belajar melalui media video dan bagi yang ssuka belajar dengan media teks dapat melalui tautan …………..

    Beberapa poin penting dalam menulis karya fiksi adalah terutama berkaitan denga Teknik yaitu :

Pertama, Syarat Menulis Cerita Fiksi

1. Komitmen dan niat yang kuat untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai;

2. Kemauan dan kemampuan melakukan riset agar cerita fiksi tetap logis;

3. Banyak membaca cerita fiksi sebagai bekal tambahan terkait teknik penulisan;

4. Mempelajari KBBI dan PUEBI;

5. Memahami dasar-dasar menulis fiksi, dan

6. Menjaga komitmen menulis cerita fiksi.

Kedua, Membuat Premis

Premis bisa diartikan sebagai ringkasan/sinopsis cerita fiksi yang mengandung tokoh, karakter, rintangan, dan resolusi hanya dalam satu kalimat. Untuk mengetahui ini premis atau bukan maka  kita bisa menjabarkannya sebagai berikut:

1. Tokoh: ...

2. Karakter: ...

3. Tantangan: ...

4. Resolusi: ...

Jika kita telah menemukannya dalam satu kalimat tersebut artinya itu sudah termasuk premis. Dalam premis ini yang masih perlu dipertajam adalah tantangan si tokoh 

Ketiga, Proses Kreatif Menulis

Untuk tulisan misalnya cerpen, setelah menemukan tema, saya lebih nyaman menentukan ending-nya dulu seperti apa. Selanjutnya barulah menentukan genre yang sesuai (romance, horor, dll). Setelah itu barulah saya membuat kerangka karangan. Kerangka karangan ( outline ) sederhana berupa tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang tulisan. Terakhir adalah mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi tulisan utuh. Yang perlu diperhatikan dalam menulis adalah prinsip selesaikan apa yang telah dimulai dan jangan menulis sambil mengedit. Setelah tulisan selesai, silakan melakukan swasunting. Swasunting terkait logika cerita, penulisan, dan tata bahasa. Bisa juga meminta bantuan teman lain sebagai pembaca pertama untuk memberikan masukan.

3 | Ruang Kolaborasi

Pada alur ini saya mengajak Bapak/Ibu untuk berkolaborasi. Silakan Bapak/Ibu melanjutkan kalimat berikut ini, sehingga menjadi utuh. Boleh panjang atau pendek. Terserah Bapak/Ibu, ya

Silakan dilanjutkan kalimat berikut ini:

Brak!

Terdengar suara daun pintu dibanting. Kepalaku memutar menuju sumber suara. Kosong. Dalam remang, mataku menangkap sebuah bayang hitam. Sepertinya aku mengenalinya. Rasanya ada yang meniup tengkukku. Ah, tidak itu pasti hanya imajinasiku. Mungkin karena aku terpengaruh oleh tontonan yang baru saja kusaksikan sore tadi. Kulirik jendela yang tirainya sedikit tersingkap, bayangan itu lagi. Kuberanikan diri untuk menyingkap tirai lebih lebar. Tak ada siapa pun. Gegas ku  pasang kunci ganda ganda pada pintu untuk menjaga kemungkinan orang jahat yang menyangka aku menyimpan harta berharga.

Aku teringat headline berita yang sekilas kulihat di media sosialku “ART digorok Rampok, Uang Milyaran Raib”. Kembali aku merinding. Kucoba menelpon suamiku yang katanya sedang dalam perjalanan. Tuut…tuut..tuut…ponselnya tidak aktif. Mungkin kehabisan baterei. Tak lama berselang, terdengar suara sepeda motor suamiku memasuki halaman. Lega rasanya. Kubuka pintu, kuraih dan kucium tangannya dengan takzim. “Mengapa tanganmu dingin?” tanyanya. Aku lalu  menceritakan apa yang baru saja terjadi. Dia menuju pintu dan melongokkan kepalanya untuk memastikan ada apa di luar sana. “Tak ada apapun di  luar sana, tenanglah”, katanya sambal mengiringiku menuju kamar. Nyatanya memang tak ada apa-apa.

 

4 | Demonstrasi Kontekstual

Sebagai bentuk pemahaman mari kita menuliskan 5 tema cerita fiksi. Selanjutnya bisa dikembangkan  menjadi sebuah premis.

1.     Tak Bisa Reuni karena kita bukan Alumni

Lelaki pendiam yang dulu pergi membawa janji yang ia ucapkan sendiri kini kembali pada wanita yang pernah begitu setia hingga tak bisa lagi bertahan padanya yang tanpa kabar

2.     Kura-kura dalam lubang kelinci

Seekor kura-kura pelupa yang  terkejut  karena suara ledakan masuk ke lubang menyerupai labirin dan tidak bisa menemukan jalan kembali karena lupa.

…………….

 

5 | Elaborasi Pemahaman

Pada alur ini, kita bisa mencari referensi lain terkait materi menulis fiksi dan juga membaca karya fiksi dari penulis lain sebagai bahan belajar tambahan.

6 | Koneksi Antarmateri

Pada alur ini Bapak/Ibu bisa membuat rangkuman singkat terkait menulis cerita fiksi dari materi yang sudah kita pelajari bersama-sama

7 | Aksi Nyata

Pada alur ini, berdasarkan pemahaman yang didapat dari pemaparan sebelumnya, silakan membuat resume kelas belajar menulis pertemuan ke-9 ini dengan gaya fiksi.

Menjadi penulis fiksi bisa menulis dengan bebas namun tetap memperhatikan rambu-rambu dan kelayakan sebuah tulisan untuk dipublikasikan atau tidak.

 

Balaesang, 06 Agustus 2023

 

 

Sabtu, 05 Agustus 2023

Komitmen untuk Menulis di Blog

 

Penulis     : Lis Andriani

Judul        : Komitmen untuk Menulis di Blog

Resume ke : 8

Gelombang : 29

Tanggal    : 12 Juli 2023

Narasumber    : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si

    

Writer’s Block dan cara penanggulangannya

 


Penulis : Lis Andriani
Judul :Writer’s Block dan cara penanggulangannya
Resume ke : 7
Gelombang : 29
Tanggal : 10 Juli 2023

Perjalanan pulang setelah menjalani lebaran Idul Adha di kampung halaman sekaligus mengantarkan Sulungku ke Pondok Pesantren  cukup melelahkan. rasa lelah sekaligus lega ketika membuka pintu rumah. Lelah karena selain karena perjalanan jauh juga karena mendapati keadaan rumah yang berantakan setelah ditinggal selama dua belas (12) hari. Terbayang kan?. Lega karena bisa kembali menjejakkan kaki di rumah sederhana yang selalu kuanggap surga kecilku.

Malam ini adalah pertemuan ke-7 dalam pelatihan menulis yang di selenggarakan oleh Komunitas Belajar Menulis Nusantara. Seorang Ditta Widya Utami yang menjadi narasumber. Beliau adalah seorang penulis yang luar biasa. Keluarbiasaannya ini ditunjukkan oleh sederetan karya baik solo maupun antologi. Pertemuan kali ini mengangkat tema Mengatasi Writer’s Block. Apa sih Writer’s Block itu? Dalam Wikipedia writer's block diartikan sebagai sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. Jika kondisi ini terus berlangsung maka akan mengakibatkan pelambatan dalam menulis dan pada akhirnya menbuat penulis menjadi tidak produktif.

Sebagaimana wabah lain, misalnya flu, WB juga bisa menyerang siapa saja, junior ataupun senior baik professional maupun belum, di segala bidang tulis menulis ((novelis, cerpenis, kolumnis, script writer, ghost writer, dsb), semuanya bisa terkena WB!

Pertanyaan berikutnya adalah “ seberapa lama seseorang terserang WB?”. Virus WB ini bisa menyerang dalam hitungan detik, menit, jam, hari, mingguan, bulanan, bahkan bertahun-tahun. Lama atau tidaknya seseorang bisa lepas dari kondisi ini tergantung seberapa cepat orang tersebut bisa bergerak menanggulangi virus WB. Lagi, sebagaimana wabah lain, WB juga ada obatnya.

Sebelum menentukan obat yang tepat, tentu perlu diagnosa penyakit lebih awal. Apa saja penyebab WB ini. Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab, antara lain :

1.     Memiliki “rasa takut/khawatir” terkait tulisan (takut tidak bagus, takut dikritik, dan lain-lain)

2.     Perfeksionis (merasa bahwa tulisan yang dibuat selalu kurang)

3.     Kurang inspirasi

4.     Belum punya tujuan saat menulis

5.     Banyak aktifitas/sibuk

6.     Mudah lelah fisik/mudah stress

Jika penyebab WB adalah karena merasa takut misalnya, mendengar musik relaksasi mungkin dapat membantu. Terkait rasa takut, satu hal yang perlu disadari adalah ketika kita menulis lalu mempublikasikannya, maka tulisan kita sejatinya sudah milik publik. Publik berhak membaca termasuk mengomentari isi tulisan kita. Dan kita tidak bisa mengontrol itu. Oleh karena itu, tak perlu khawatir atas penilaian orang lain.

Jika penyebab terkena WB terlalu perfeksionis, ingatlah bahwa terlalu perfeksionis itu bisa membunuh kreativitas. Tulisan sempurna itu baik, tapi tentu akan lebih baik tulisan yang selesai dibuat daripada sekedar draft.

Namun jika hasil diagnosa menunjukkan bahwa WB yang diderita  adalah karena kurang inspirasi, ya tinggal baca, lihat dengar hal-hal baru yg bisa menginspirasi kita.

Jika lelah fisik dan mental, maka siapkan sebaik mungkin tempat kita menulis. Dalam sebuah workshop tentang menulis bahkan disebutkan, posisi duduk pun bisa berpengaruh terhadap produktivitas menulis. Hilangkan semua distraksi saat menulis. Misal jika suka liat HP, chat, dsb, maka pada saat menulis bisa di jauhkan dulu unruk sementara.

Anda juga bisa belajar konsisten menggunakan alat yang sama dalam menulis (kaitannya dengan produktivitas). Jika terbiasa menulis tangan, ya tulis tangan saja dl. Baru kemudian diketik. Jika terbiasa di HP, ya silahkan konsisten saja denagn di hape. Menggunakan alat baru terkadang membutuhkan waktu lebih untuk sekedar beradaptasi kembali. Kita juga bisa mencoba teknik menulis free writing atau menulis ekspresif. Free writing itu menulis yang engespingkan terlebih dahulu aturan ketatabahasaan. Mau salah titik koma ataupun tidak sesuai PUEBI, ya tulis  saja!. Sementara menulis ekspresif lebih ke menuangkan apa pun yang ada dalam hati atau pikiran kita. Ini juga sering disarankan para psikiater untuk menangani pasiennya. Saat sedang buntu, coba deh tulis "Duh, kok hari ini buntu banget ya. Mau nulis susah gak punya ide ... dst." Kemudian bagi kita yang sering lelah fisik, ayo pastikan tetap cukup istirahat. Cukup istirahat membuat pikiran kita segar dan tajam saat menulis. Lebih baik bangun lebih pagi daripada begadang.

Demikian isi pertemuan ke-7 malam ini. 

Senin, 24 Juli 2023

Ki Hajar Dewantara dan Jiraiya Sannin. Ada Apa di antara Mereka?

 



Ki Hajar Dewantara dan Jiraiya Sannin. Ada Apa di antara Mereka?

Ki Hajar Dewantara, siapa yang tak kenal beliau. Beliau adalah Pahlawan Nasional peletak dasar pendidikan di negeri ini yang sampai hari ini pemikirannya hebatnya tentang pembelajaran yang berpusat pada murid begitu menginspirasi hingga dijadikan program nasioanl. Sementara Jiraiya Sannin adalah seorang tokoh anime dalam serial Naruto besutan Masashi Kishimoto. Apa yang dilakukan oleh Jiraiya Sannin kepada muridnya sejalan dengan merdeka belajar yang merupakan inti pemikiran Ki Hajar Dewantara. Lalu, diamana persamaannya? Mari kita lihat.

Pertama, bernalar kritis dan Problem Solving Jiraiya Sannin kerap mengajak Naruto pergi mengembara. Dalam pengembaraan itu Jiraiya Sannin memperkenalkan Naruto bahwa dunia luar seperti ini adanya dan megajarkan muridnya itu cara bertahan di dunia yang sesungguhnya. Bukankah ini menggambarkan bahwa hidup di dunia sesungguhnya akan menemui masalah sehinnga diperlukan kebijaksanaan dalam menganalisis masalah kemudian menemukan penyelesaiannya. Hal ini terkait dengan nalar kritis dan Problem Solving.

Kedua, berpusat pada murid. Jiraiya Sannin dalam membimbing tidak saja berperan sebagai orang tua namun juga sebagai mentor yang mengarahkan muridnya untuk mengembangkan potensinya. Jiraiya Sannin tidak memaksa Naruto mengenai jutsu yang akan dipelajari akan tetapi memperkenalkan beberapa  jutsu elemen angin mengingat elemen jutsu Naruto adalah angin. Jiraiya adalah salah seorang Shinobi terkuat yang paling banyak menguasai jutsu diantara para shinobi dan muridnya diminta memilih jutsu mana yang akan diperdalam. Bukankah ini juga sejalan dengan prinsip merdeka belajar dimana guru mengenali karakter dan potensi yang dimiliki oleh muridnya kemudian memberikan kebebasan bagi murid untuk memilih cara dalam mengembangkan potensi tersebut. Terbukti bahwa di  bawah bimbingan Jiraiya Sannin Naruto menjadi salah satu Shinobi yang paling cepat dalam mengembangkan jutsunya. Sebut saja Jutsu Sharin gan bisa dikembangkan menjadi Sharin Shuriken.

Ketiga, pembelajaran karakter. “tempat di mana seseorang masih memikirkanmu adalah tempat yang dapat kamu sebut rumah" adalah salah satu nasihat yang disampaikannya. Dari situ bisa terlihat bagaimana karakter peduli diajarkan oleh Jiraiya Sannin.

Pendampingan yang dilakukan oleh Jiraiya Sannin terhadap Naruto terbukti bisa membawa Naruto pada kesuksesan dalam perang dunia shinobi dimana jutsu yang paling banyak digunakan adalah Rasen Shuriken dan puncaknya ketika menjadi Hokage di Konoha sebagai Minato ayahnya yang juga merupakan murid Jiraiya Sannin.

Balaesang, 24 Juli 2023

Minggu, 23 Juli 2023

Media belajar hukum varian lain

 


Sri, Istri Calon Anggota Legislatif

Sri tertegun, menatap nanar pada pintu ruang tamu yang baru saja  dibanting oleh  Yadi, suaminya beberapa saat lalu. Suara bantingan pintu disusul suara mesin kendaraan yang kian lama kian jauh memperbesar rasa kecewanya pada lelaki yang dulu membersamainya dari nol. Suaminya yang berprofesi sebagai seorang akuntan publik yang entah bagaimana bisa berubah pikiran untuk menjadi anggota legislatif membuat perselisihan paham diantara keduanya. Ada beberapa alasan yang mendasari ketidaksetujuan Sri pada keinginan suaminya terutama yang berkaitan dengan profesi suaminya saat ini. Semalam Sri mendengar pembicaraan suaminya dengan pengurus partai yang mengusung Yadi menjadi calon anggota legislatif bahwa seorang calon anggota legislatif harus berhenti dari praktik yang dijalaninya. Yah, Sri memang mendengar percakapan itu secara samar-samar namun hal itu cukup mengganggunya. Sri pun langsung mengonfirmasi hal tersebut melalui mesin pencari di gawainya dan didapatilah regulasi yang mengatur hal tersebut. Sebagaimana yang diatur dalam (UU. Nomor 7 Tahun 2017 pasal 240 nomor 1 poin (l)), bahwa bersedia untuk tidak berpraktik sebagai akuntan publik, advokat, notaris, pejabat pembuat akta tanah, atau tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang, dan hak sebagai anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

Bukankah jika saja suaminya berhenti berpraktik maka hal itu akan berpengaruh pada ekonomi keluarganya. Mereka memang mempunyai tabungan yang cukup dan beberapa aset berupa perhiasan namun hal itu tak urung menambah kekhawatiran Sri, bahwa Yadi akan menggunakan tabungan tersebut untuk dana kampanye. Lalu bagaimana dengan nasib anak mereka. Bagaimana pun tabungan itu awalnya akan digunakan sebagai biaya pendidikan Izan, anak mereka. 

Flashback on

Sri nyaris tak dapat memejamkan mata semalaman karena hal tersebut dan pagi ini, ketika putra mereka yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama berangkat ke sekolah Sri mengajak Yadi berbincang ketika mereka sedang sarapan. 

“Kak, kakak mencalonkan diri jadi anggota dewan ya? Sri memulai percakapan. Sri memang memanggil suaminya dengan sebutan kakak ketika mereka hanya berdua sebagaimana permintaan suaminya di awal pernikahan. Biar romantic katanya.

“Iya, dek. Kamu doakan ya, biar saya terpilih” Yadi mengiyakan pertanyaan istrinya sambal menyuapkan nasi goreng pedas buaatan istrinya itu.

“Jadi kakak akan berhenti praktik akuntan? Lalu darimana kita memperoleh pemasukan, kak?” Sri masih berusaha bertanya selembut mungkin agar tak menyinggung suaminya. 

“Iya, dek. Nda apa-apa. Nanti kalau saya terpilih menjadi anggota dewan maka kita akan dapat penghasilan lagi. Gaji anggota dewan besar lho, dek.” Yadi pun menjelaskan dengan sabar berharap Sri berubah pikiran dan mendukungnya. Bagaimanapun dia butuh dukungan keluarganya terutama Sri yang keluarga besarnya berada di daerah pemilihan tempatnya mencalonkan.

“Lagian adek kan keluarga besar, jadi peluang untuk saya mendapatkan suara itu lebih besar dari Pak Harold” Yadi masih berusaha meyakinkan Sri.  

“Tapi, kak, uang darimana untuk biaya kampanye, kak?”

“Kita kan ada tabungan, Dek. Pakai itu aja dulu, nanti diganti. Anggap saja utang”

“Tidak, tabungan itu untuk Pendidikan Izan” sentak Sri. Napasnya memburu dan matanya berkaca-kaca. 

“Terserah, saya tidak akan mundur” Yadi tak mau kalah. Sendok dibanting dengan kasar menimbulkan bunyi berdenting di piring yang cukup keras. 

Yadi bergegas, Sri menyusulnya. 

Flasback off

Bergegas dia meraih gawai. “Aku harus berbuat sesuatu,” ucapnya lirih dengan tangan terkepal.

Dia, Sri. Istri calon anggota legislatif harus berbuat sesuatu. Apa yang akan diperbuatnya? Nantikan di part berikutnya.

Salam Literasi


Balaesang, 23 Juli 2023

Divisi Hukum dan Pengawasan



Jumat, 21 Juli 2023

Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu

 
                                    Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu

KPU sebagai lembaga independen yang menjadi pelaksana teknis penyelenggaraan pemilu mengeluarkan regulasi di setiap tahapannya sehingga kesannya peraturannya banyak sekali dan rasa-rasanya mustahil untuk mendalaminya sekalipun sudah mengerahkan juru Kagebunshin No jutsu karena yang akan dipilih bukanlah Hokage yang akan memerintah Konoha seumur hidupnya akan tetapi yang akan kita pilih adalah Presiden dan Wakil Presiden  yang akan memerintah di republik ini lima tahun kedepan.

Menjadi anggota badan adhoc penyelenggara Pemilu  tingkat kecamatan mempunyai tantangan tersendiri. Tantangan ini salah salah satunya adalah mempelajari, memahami dan (kalua bisa) menguasai hukum dan perundang-undangan yang berlaku dalam penyelenggaraan pemilu. Salah satu divisi yang ada dalam badan adhoc adalah Divisi Hukum dan Pengawasan. Sesuai dengan Namanya maka anggota badan adhoc yang membidangi divisi hukum dan pengawasan seharusnya mempunyai penguasaan terhadap regulasi yang mengatur setiap tahapan. Namun hal ini bagi sebagian orang bukanlah hal mudah karena membaca regulasi yang demikian banyak bisa membuat burn out ditambah lagi  dengan masa kerja yang singkat, terhitung 15 (lima belas) bulan. Situasi Burn out biasnya dialami oleh penyelenggara dengan latar belakang ilmu hukum ‘nyaris nol”. Mempelajari, mendalami, dan menguasai regulasi bagi penyelenggara menjadi hal yang sifatnya tricky sehingga diperlukan beberapa tips dan trik dalam pelaksanaannya. Ada beberapa tips dan trik yang bisa diterapkan agar bisa mengemban amanah sebagai anggota PPK Divisi Hukum dan Pengawasan, yaitu :

1.     Pelajari regulasi sesuai  dengan tahapan yang sedang berjalan. Tips ini saya dapatkan dari salah seorang Komisioner KPU  Kabupaten/Kota dan sudah saya coba praktekkan, Alhamdulillah hasilnya cukup signifikan.

2.     Rangkum peraturan tersebut sehingga memuat poin penting. Hal ini akan memudahkan dalam berkonsentrasi dan memahami

3.     Buatlah bentuk lain dari regulasi tersebut, misalnya presentasi, infografis, komik dan lain-lain. Hal ini bisa dilakukan terutama bagi yang punya gaya visual auditori dimana pemahaman akan lebih mendalam ketika menggunakan media nonteks. Intinya kita paham dengan peraturan.

Demikian tips dan trik yang bisa dibagikan semoga bisa menjadikan kita penyelenggara yang terjaga integritasnya karena Pemilu 2024 adalah sarana integrasi bangsa. Salam Demokrasi.

 Balaesang, 22 Juli 2023

Sabtu, 08 Juli 2023

Debar Jelang Pisah

 


Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Salam dan bahagia Bapak/Ibu Wali santri

Sebagai sesama wali santri saya sangat memahami bahwa berpisah dengan anak apalagi untuk pertama kalinya memunculkan banyak  kekhawatiran. Kekhawatiran yang timbul dari pikiran-pikiran kita tentang bagaimana anak kita tanpa kita orang tuanya. Kekhawatiran tentang bagaimana dia nantinya beradaptasi. Kekhawatiran yang berujung pada kesedihan. Ya, malam ini begitu mendebarkan.

 Tahukah bapak/ibu bahwa ketika saya mengetikkan pesan ini saya sedang berada di pojok tergelap rumah saya sembari menyembunyikan airmata . Untung saya sedang sakit mata sehingga air mata sedih bisa tersamarkan hehehe...Saya tidak mau airmata saya melemahkan semangat anak anak saya menuntut ilmu di tempat yang hampir semua tak dikenalnya. Di sela-sela air mata saya lisankan doa terbaik agar di ujung masa pendidikannya di pesantren ini akan lahir generasi yang -saya istilahkan 'glowing'- dengan prestasi , akhlak dan karakter lebih baik dan membaikkan. 

Saya percaya bahwa pihak pesantren sudah merancang pola pembinaan bagi santri yang diterapkan sejak menjadi calon santri.  Selain ikhlas melepas, saya hanya perlu membiasakan diri untuk jauh dari anak saya dan percaya penuh pada lembaga pendidikan yang sudah kami pilih dalam hal ini adalah Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Lampoko.
Selamat menjadi santri.

Tapango, 08 Juli 2023

Minggu, 02 Juli 2023

Berbagi ala Sulungku


(Berapa sisa uang kas kelas yang pernah sa bayar?)


(Belum sa hitung, masih di tempat ibadah sa ini)

(28rb ko punya. Kenapa  dan?)

(Ko kase maso di tempat ibadahmu saja.)

(Ow, Iyo dan)

(Kalo ko Kase maso  te usah ko bilang namaku e)

(Ok, tenang saja. Terima kasih. Tuhan balas berkat .)

Demikian pesan WA yang kutemukan di ponsel sulungku. Tahun ini adalah awal perjalanan putih abu-abunya. Ada haru yang menggelitik ketika mengetahui semangat berbaginya kepada sesama serta toleransinya yang begitu besar. 

Meskipun aku menganggap bahwa dia berbagi di tempat yang keliru menurutku karena rumah ibadah kami juga memerlukan uluran tangan. Tapi bukan itu yang penting, kan? Yang penting adalah kemauannya berbagi. Masalah berbagi dengan siapa aku rasa menjadi materi pembelajaran selanjutnya.  Aku percaya ada alasan yang mendasari tindakanny itu. Konsep sedekah ( tangan kanan memberi, tangan kiri tak perlu tahu) pun dipahami dengan baik.

Aku lega karena ternyata pembelajaran dan pembiasaan berbagi dengan sesama  yang kami berikan sejak dini bisa diserap dan diterapkan di dunia nyata. Tak terasa menitik air mataku. Aku bangga pada sulungku. Semoga keberkahan dalam kebaikan mengiringi langkahmu, nak

Tapango, 02 Juli 2023

Berbagi ala Sulungku

Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu

                                               Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu KPU sebagai lembaga independen yang me...