Temukan yang Anda cari

Kamis, 09 November 2023

Integritas Para Pahlawan Menjadi Inspirasi Bagi Penyelenggara Pemilu.

 


10 November 1945 adalah salah satu hari penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang mengingatkan kita tentang keberanian Bung Tomo karena yakin bahwa apa yang diperjuangkannya adalah kemerdekaan yang benar dan Kebenaran yang Merdeka. Cerita heroik yang terjadi 78 tahun lalu ketika dikaitkan dengan momen Pemilu 2024 yang saat ini memasuki tahapan pengumuman Daftar Calon Tetap Anggota Legislatif mengandung semangat kepahlawanan ini perlu diteladani terutama yang berkaitan dengan integritas penyelenggara Pemilu.

Semangat kepahlawanan dan integritas diri saling terkait erat, membentuk suatu karakter yang kuat dan bermakna. Kepahlawanan, yang sering melibatkan pengorbanan untuk kepentingan yang lebih besar daripada diri sendiri, menjadi lebih berarti ketika didukung oleh integritas diri yang kokoh, seperti halnya dengan yang dilakukan oleh Bung Tomo tepat 78 tahun yang lalu. 

Sebaliknya, integritas diri juga membutuhkan keberanian untuk dipertahankan, terutama ketika dihadapkan pada tekanan atau godaan yang dapat menggoyahkan nilai-nilai tersebut. Kepahlawanan muncul ketika seseorang memiliki keberanian untuk bertindak sesuai dengan integritasnya, bahkan dalam situasi yang sulit atau berisiko. Banyak tokoh pahlawan terkenal dikenal tidak hanya karena tindakan kepahlawanan mereka, tetapi juga karena integritas diri yang tinggi. Sebut saja Mohammad Hatta, Soekarno ataupun Sutan Syahrir yang rela menjalani hukuman buang dibandingkan bekerjasama dengan penjajah, Mereka menjadi contoh nyata bahwa kepahlawanan sejati dapat dicapai ketika tindakan didasarkan pada integritas yang kuat.

Perpaduan antara semangat kepahlawanan dan integritas diri, menjadikan seseorang sebagai inspirasi bagi sekitarnya. Lihat saja bagaimana perjuangan para pahlawan itu menjadi inspirasi hingga sekarang. Dengan demikian, hubungan erat antara semangat kepahlawanan dan integritas diri menciptakan fondasi untuk karakter yang kokoh, konsisten, dan berani dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Para Penyelenggara Pemilu diharapkan menerapkan integritas tinggi dalam melaksanakan tugas mereka, memastikan bahwa setiap suara dihormati dan hasil pemilu mencerminkan kehendak rakyat. Semangat gotong royong dan solidaritas yang ditekankan dalam sejarah kepahlawanan Indonesia seharusnya juga tercermin dalam kerja sama dan komitmen para penyelenggara pemilu untuk menciptakan proses pemilu yang bermartabat. Seiring dengan mengenang pengorbanan pahlawan dalam sejarah, integritas para penyelenggara pemilu menjadi tonggak penting untuk memastikan kelangsungan demokrasi dan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan Indonesia. Salam Demokrasi

Balaesang, 10 November 2023

Jumat, 03 November 2023

Metode Pamasaran Baru Itu bernama Marketing 5.0

 

Penulis : Lis Andriani

Judul : Metode Pamasaran Baru Itu bernama Marketing 5.0

Resume ke : 21

Gelombang : 29

Tanggal : 11 Agustus 2023

Tema : Menjadi Penulis Buku Mayor

Narasumber : Joko Irawan Mumpuni

11 Agustus 2023, aroma peringatan Hari kemerdekaan semakin pekat namun Pelatihan Menulis KBMN terus berlanjut dengan tema yang semakin menarik. Malam ini KBMN menghadirkan narasumber yang tidak kalh hebat dari malam-malam sebeleumnya. Beliau adalah Joko Irawan Mumpuni, Direktur dari penerbit Andi, sebuah penerbit kategori mayor.

Kelas malam ini, narasumber menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan  Tulisan di atas membahas industri penerbitan sebagai bagian dari industri kreatif, di mana kolaborasi antara berbagai individu kreatif seperti penulis, editor, layouter, ilustrator, dan desain grafis penting. Beberapa masalah utama dalam penerbitan mencakup dampak pandemi, disintermediation, perubahan kurikulum, perubahan dalam proses pembelajaran, persaingan yang mengarah ke perang harga, perubahan perilaku pelanggan, dan penerapan pemasaran 5.0. Semua faktor ini menunjukkan kompleksitas dan perubahan yang terus-menerus dalam industri penerbitan, yang memerlukan adaptasi dan inovasi agar tetap relevan dan sukses.

Dalam pemaparannya, narasumber juga menjelaskan tentang pengertian  marketing 5.0, Marketing 5.0 adalah pendekatan pemasaran yang menggunakan teknologi untuk meniru perilaku manusia dalam menciptakan, berkomunikasi, dan meningkatkan nilai produk atau layanan di seluruh perjalanan pelanggan. Dalam konteks ini, naskah digunakan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan ada tiga jenis naskah yang sering digunakan. Pertama, naskah dengan tema tak populer dan ditulis oleh penulis populer, untuk menarik perhatian dengan konten unik. Kedua, naskah dengan tema populer dan penulis terkenal, memanfaatkan tren yang ada. Terakhir, naskah dengan tema populer, ditulis oleh penulis tidak terkenal, memberikan sudut pandang yang segar. Dengan pendekatan ini, berbagai jenis naskah dapat digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan. 

 Bila kau bukan anak raja, juga bukan ulama besar, maka menulislah.” ( Al Ghazali ) . Demikian penutup dari narasumber.

 

Balaesang, 11 Agustus 2023

 

Kamis, 02 November 2023

Tatika; refleksi 28 September 2018

 

TATIKA

Es Teler 1

“Pesankan saya es teler yang isinya tidak keras, gigiku sakit”, kata kepala  sekolah letika kami siang itu akan memesan es teler. “Apanya es teler yang keras?” tanya teman lain. “Es batunya” kataku

Es Teler 2

Di sebuah pasar tradisional, Jono dengan bangga memamerkan es teler buatannya yang katanya "dapat menyejukkan hati yang patah." Seorang pemuda mendekat dan bertanya, "Mas, es teler ini bisa buat move on dari mantan gak?" Pak Jono tersenyum lebar, "Coba dulu, Mas. Kalau belum bisa, nambah lagi aja!"

Gempa

Tanah bergetar hebat, membuat buku-buku di rak jatuh berserakan dan lampu gantung bergoyang tak menentu. Orang-orang berteriak dan berlarian mencari tempat yang aman, sementara suara dentuman mendominasi udara. Di tengah kepanikan, seorang ibu dengan erat memeluk kedua anaknya, berharap semuanya akan segera berlalu.

Webinar

Raya terlambat bangun dan panik saat menyadari webinar penting akan dimulai dalam lima menit. Saat kamera dinyalakan, bagian atasnya rapi mengenakan blazer formal, namun bagian bawah hanya mengenakan piyama beruang lucu. Untungnya, kamera hanya menangkap bagian atas!

Mantan

Tak sengaja ketemu mantan, ternyata dia masih memakai gelang yang pernah aku berikan. Aku menatap lekat ke arah pergelangannya. “Aku masih menjaganya” katanya. “Ya, dia bisa menjaga pemberianku tapi tak bisa menjaga hubungan kami” kataku dalam hati

 

Bionarasi

Lis Andriani, seorang guru kelas yang saat ini menjalani profesinya di SDN 12 Balaesang. Selain menulis di blog pribadinya, yang bertajuk Literia perempuan kelahiran Sidodadi, 17 Oktober 1979 ini  kerap kali ia membuat konten pembelajaran di kanal Youtube bertajuk sama. Aktifitas digital yang dilakoninya saat ini tak lantas membuatnya lupa pada hobi berkemah karena menurutnya alam adalah sumber inspirasi yang tak bisa dianggap remeh.

 

Menerbitkan Buku Dalam Dua Minggu? Emang Bisa?

 


Penulis : Lis Andriani

Judul : Menerbitkan Buku Dalam Dua Minggu? Emang Bisa?

Resume ke : 30

Gelombang : 29

Tanggal : 01 September 2023

Tema : Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

Narasumber : Prof. Richardus Eko Indrajit 

Pantulan bayangan bulan di permukaan laut menjadi pemandangan dengan keindahan tersendiri ketika sampan yang kami tumpangi mulai beranjak meninggalkan pantai. Seharusnya malam ini aku mengikuti pertemuan terakhir dalam pelatihan menulis KBMN. Baterei , kuota, segelas kopi, dan setoples cemilan telah disiapkan demi pertemuan malam ini tapi ajakan suami untuk melaut begitu menggoda. Jadilah resume ini kutulis sembari memegang joran yang telah dipasangi umpan. Ya, suami memang punya hobi memancing dan kerap kali itu dilakukan pada malam hari. Alasannya sih karena siang hari udaranya panas selain karena pekerjaan utama dikerjakan pada siang hari.

Materi yang akan diulas pada malam hari ini adalah tentang menerbitkan buku pada penerbit mayor dalam dua minggu.

Masih dengan Joran di tangan kanan dan ponsel yang kupegang erat-erta di tangan kiri aku menyimak Profesor Richardus Eko Indrajit selaku narasumber menjelaskan dengan penuh semangat bahwa setidaknya ada 4 langkah atau tahapan dalam menulis :

 

Langkah Persiapan

Pada tahap ini terdapat empat aktivitas yang dilakukan oleh seorang penulis yaitu :

1.     Menentukan tujuan dalam menulis adalah langkah penting yang membantu kita fokus dalam kegiatan menulis. Ini membantu mengidentifikasi alasan di balik menulis, mengukur keberhasilan, mengatasi hambatan, dan mempertahankan motivasi serta dedikasi. Tujuan menulis bisa bervariasi, mulai dari menjadi penulis terkenal hingga menulis untuk diri sendiri, dan membantu kita merumuskan arah dan motivasi dalam perjalanan menulis.

2.     Memilih genre atau topik yang sesuai dengan minat pribadi dalam menulis memiliki manfaat yang signifikan. Hal ini meningkatkan kepuasan pribadi, motivasi, kreativitas, serta pemahaman yang lebih mendalam dalam penulisan. Ketika kita menulis sesuai minat, kita juga lebih otentik dan mudah diterima oleh pembaca, sehingga menghasilkan hasil yang lebih baik secara keseluruhan.

3.     Penelitian awal. Melakukan penelitian awal dalam menulis adalah langkah penting yang membantu kita mendapatkan pemahaman mendalam tentang topik atau genre yang dipilih. Ini memberikan referensi, ide, dan inspirasi, meningkatkan akurasi dan kredibilitas, serta membantu kita membangun argumen yang kuat. Selain itu, penelitian awal dapat menghemat waktu dan membantu kita menyesuaikan gaya penulisan sesuai konteks. Penelitian awal adalah fondasi penting dalam proses penulisan yang berkualitas.Lakukan riset terhadap topik atau genre yang kita pilih. Riset atau penelitian dapat berupa membaca buku, membaca artikel atau membaca tulisan yang serupa dengan tulisan yang hendak kita tulis. Jadikan semuanya sebagai referensi tulisan kita kelak.

4.      Mempersiapkan alat. Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk menulis, seperti komputer, aplikasi menulis, buku catatan, dan pena, adalah langkah praktis yang mendukung produktivitas dan kualitas penulisan. Memilih alat yang sesuai dengan preferensi kita dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman membantu kita fokus pada konten dan ide yang ingin dituangkan dalam tulisan kita. Alat-alat tersebut juga termasuk dalam sistem penyimpanan dan pencadangan untuk melindungi karya-karya kita.

Langkah Menulis

Pada langkah menulis, maka aktivitas yand dilakukan oleh seorang penulis adalah sebagai berikut :

1.     Brainstorming. Brainstorming adalah proses pengumpulan ide-ide kreatif untuk mendukung penulisan. Ini bertujuan untuk menghasilkan sebanyak mungkin gagasan terkait dengan topik atau konsep yang akan ditulis. Metode seperti mind mapping, daftar pokok-pokok pikiran, atau free writing dapat digunakan. Ini adalah langkah awal dalam merencanakan dan mengembangkan tulisan, dan ide-ide yang dihasilkan dari brainstorming menjadi dasar bagi tulisan yang kuat. Proses ini mendorong kreativitas dan kebebasan berpikir, dengan seleksi dan penyortiran ide-ide untuk memfokuskan tulisan. Brainstorming dapat menjadi tahap berulang dalam perjalanan menulis.

2.       Membuat kerangka tulisan. Membuat kerangka tulisan atau outline adalah langkah penting dalam proses menulis. Outline berfungsi sebagai panduan yang membantu penulis merencanakan struktur dan alur cerita atau argumen, menjaga fokus pada tema tulisan, dan mengorganisir ide-ide. Ini mempermudah proses penulisan, memungkinkan perbaikan dan penyesuaian, serta memberikan panduan yang baik untuk pembaca. Outline memberikan struktur yang jelas dan membuat tulisan lebih efisien.

3.       Menulis draft awal. Menulis draft awal adalah langkah setelah membuat kerangka atau outline. Penulis fokus pada mentransfer ide-ide dari outline ke teks tanpa terlalu khawatir tentang kesalahan tata bahasa atau struktur. Ini adalah tahap kreatif di mana penulis bisa mengungkapkan ide dengan kelancaran dan fleksibilitas. Draft awal mungkin tidak sempurna, dan proses penulisan akan melibatkan revisi lebih lanjut. Fokus pada pengembangan isi adalah kunci dalam tahap ini.

4.       Rutin untuk menulis. Menulis secara rutin dan konsisten adalah praktik yang penting dalam pengembangan keterampilan menulis dan produktivitas. Ini mengasah keterampilan, merangsang kreativitas, meningkatkan produktivitas, dan membangun kebiasaan positif. Konsistensi dalam menulis membantu menjaga kualitas, memperbaiki tulisan, dan memberikan kepuasan pribadi. Jadwal menulis dapat disesuaikan dengan ketersediaan waktu, tetapi kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjalankan kebiasaan menulis.

Langkah Revisi

Ada beberapa aktivitas dalam langkan revisi ini :

1.       Membaca ulang.

Setelah draft awal selesai, penulis hendaknya membaca kembali tulisannya sendiri. Membaca ulang adalah tahap penting dalam proses penulisan. Ini memungkinkan penulis untuk mengevaluasi dan memperbaiki tulisannya, memahami perspektif pembaca, memeriksa kohesi dan tata bahasa, serta memastikan pesan utama tersampaikan dengan jelas. Membaca ulang membantu meningkatkan kualitas tulisan dan memperbaiki masalah potensial.

2.       Mengedit atau menyunting tulisan.

Mengedit atau menyunting tulisan adalah langkah penting dalam proses penulisan yang melibatkan perbaikan tata bahasa, kohesi, koherensi, kalimat yang efektif, keakuratan informasi, konsistensi gaya, dan perspektif pembaca. Ini membantu menciptakan tulisan yang berkualitas tinggi dan efektif. Dalam beberapa kasus, pengeditan juga bisa melibatkan perubahan substansial pada tulisan.

3.   Dapatkan feedback atau masukan.

Mendapatkan feedback atau masukan dari orang lain adalah tahap penting dalam proses penulisan. Feedback dari pihak eksternal membantu dalam melihat kelemahan, memperbaiki kualitas tulisan, memvalidasi informasi, dan menyesuaikan tulisan dengan audiens yang dituju. Sumber feedback dapat berasal dari berbagai pihak, termasuk teman, keluarga, kolega, atau mentor menulis, dan kritik konstruktif adalah bagian penting dari proses ini. Feedback membantu meningkatkan dan memvalidasi tulisan kita sebelum disebarkan atau diterbitkan.

4.   Merevisi tulisan.

Penulis melakukan revisi terhadap tulisannya berdasarkan feedback atau masukan yang telah diterima sebelumnya. Penulis dapat melakukan beberapa putaran revisi agar hasil tulisannya semakin bagus.

Langkah Publikasi

Tahap ini adalah langkah akhir dalam proses penulisan, di mana penulis berupaya untuk mempublikasikan karyanya. Ini melibatkan mengirimkan naskah ke penerbit, menerima umpan balik, melakukan revisi, dan akhirnya menerbitkan karya baik dalam bentuk fisik maupun elektronik. Tujuannya adalah membuat karya tersedia dan dinikmati oleh audiens yang lebih luas. Publikasi adalah momen di mana penulis bisa mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari audiensnya.

Pertemuan malam ini ditutup dengan serangkaian tugas yang menantang sesuai tema.

 

Balaesang, 01 September 2023

 

Diksi, Kata Lain dari Kata

 

Penulis : Lis Andriani

Judul : Diksi, Kata Lain dari  Kata

Resume ke : 18

Gelombang : 29

Tanggal : 04 Agustus 2023

Tema : Diksi Sebagai Seni Bahasa

Narasumber : Mydearly 

Mengawali resume pertemuan malam ini saya seperti kehabisan kata pembuka. Rasanya semua kata pembuka sudah kugunakan di tujuh belas resume sebelumnya. Mungkin kali ini saya hanya akan berkata “Mari kita simak penjelasan Narasumber kita, Maydearly tentang Diksi sebagai  Seni Bahasa. Selamat Menyimak”.

 

Diksi artinya pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Diksi memainkan peran penting dalam mengkomunikasikan ide, menciptakan gaya penulisan, dan menarik perhatian pembaca. Pemahaman yang baik tentang diksi dan kemampuan memilih kata-kata yang sesuai sangat penting dalam seni menulis.

 

Menurut Narasumber. Diksi bukanlah gaya bahasa , tetapi sebuah padanan kata yang bertujuan untuk memberi kesan menarik hingga mampu memikat hati pembaca

 

Diksi berasal dari bahasa Latin dengan akar kata "dictionem." Istilah ini kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris sebagai "diction." Dalam konteks bahasa, diction mengacu pada pilihan kata yang digunakan oleh seorang penulis atau pembicara.

 

Pilihan kata yang tepat dalam diksi mampu memberikan "ruh" dan "karakter" khusus kepada suatu tulisan. Ini berarti bahwa kata-kata yang digunakan mampu menciptakan nuansa dan suasana yang unik dalam tulisan. Mereka dapat mempengaruhi perasaan, pemahaman, dan persepsi pembaca. Selain itu, diksi yang baik mampu "menggetarkan" atau "mempermainkan" pembaca dengan cara yang dimaksudkan oleh penulis, menciptakan dampak emosional atau estetika yang diinginkan.

 

Untuk mengembangkan Diksi agar menarik ada 5 trik 

 

1.   Sense of Touch adalah menulis dengan melibatkan indera peraba. adalah menulis dengan melibatkan indera peraba" mengacu pada penggunaan indra peraba atau sentuhan dalam proses penulisan. Indra peraba adalah salah satu dari lima indera manusia yang memungkinkan kita merasakan dan mendeteksi sentuhan fisik, tekstur, suhu, dan tekanan pada benda atau permukaan.

Contoh :

Dan Anginpun tak mampu mengeringkan luka yang pernah kau gores

 

2. Sense of Smell adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman. Dalam konteks penulisan, menggunakan indera penciuman dalam penyampaian pesan adalah cara yang kuat untuk menciptakan sebuah "aroma" atau suasana tertentu dalam tulisan.

 

Contoh:

Masih bisa kuhirup aroma kopi  yang pernah kita nikmati bersama

 

3. "Sense of Taste," atau indra perasa, dalam konteks penulisan adalah cara untuk menciptakan pengalaman yang kuat dalam tulisan dengan fokus pada sensasi rasa. Hal ini memungkinkan pembaca untuk merasakan dan meresapi apa yang dijelaskan dalam tulisan dengan lebih intens, sehingga meningkatkan daya tarik dan dampak tulisan tersebut.

 

Contoh:

Sangkaku pada manis katamu adalah semu

 

4. Sense of Sight adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Dalam konteks penulisan adalah menggambarkan suatu situasi atau objek sehingga pembaca dapat membayangkan dengan jelas seperti melihatnya secara langsung.

 

Prinsip "show, don't tell" ini membantu menciptakan tulisan yang lebih kuat, hidup, dan memukau. Ini juga memungkinkan pembaca untuk terhubung dengan cerita atau pesan kita dengan lebih baik, karena mereka dapat membayangkan dan merasa terlibat dalam apa yang sedang kita sampaikan. Jadi, detail dan penggunaan indra penglihatan dalam penulisan sangat penting untuk menciptakan pengalaman yang mendalam dan memikat bagi pembaca.

Contoh

Desau daun bambu samping rumah selalu menjadi pengingatku pada malam panjang menantimu

 

5. "Sense of Hearing," atau indra pendengaran, adalah salah satu cara yang kuat dalam penulisan untuk menciptakan pengalaman yang melibatkan pembaca dengan menggunakan suara dan nada dalam kata-kata. Ini mengacu pada penggunaan suara dan nada untuk menggambarkan situasi, emosi, atau suasana dalam sebuah tulisan.

 

Contoh

Rinai hujan tak buatku melupa pada nyanyian rindu di rembang petang

 

Berdasarkan 5 trik untuk mengembangkan diksi agar menarik tantangan yang diberikan oleh nara sumber untuk membuatkan satu paragraf bebas dengan melibatkan ke 5 panca indra.

 

Desau dedaunan yang berbisik

Merangkul rindu dalam bahasa diam.

Seperti aroma kopi yang tertinggal

Dalam perjalanan panjang penantian

Hingga tak  lagi kulihat jejakmu dalam riuh laraku


Balaesang, 04 Agustus 2023

Puisi itu melemparkanku ke dimensi lain


Penulis : Lis Andriani

Judul : Puisi itu melemparkanku ke dimensi lain

Resume ke : 17

Gelombang : 29

Tanggal : 02 Agustus 2023

Tema : Menulis Puisi

Narasumber : Dr. Hj. E Hasanah, M.Pd 

Belum terlambat untuk mengucapkan “Selamat Datang Bulan Kemerdekaan” pada Agustus yang sudah menyapa diangka dua. Mendengar kata “puisi” membuatku tergelitik. Bagaimana tidak, merangkai diksi dengan makna mendalam sudah menjadi kegemaranku. Aku seperti dilemparkan ke masa lalu atau dimensi lain? Ketika seragam sekolah masih menjadi pakaian harian. Kehadiran narasumber Dr. Hj. E Hasanah, M.Pd dan Koko Sim sebagai  moderator seolah menggali kembali apa yang terpendam. Yah, puisi. Malam ini  kedua orang hebat ini akan mengulik “asal-usul puisi”. Mari kiita Simak uraiannya.

Puisi adalah bentuk sastra yang memadukan bahasa dengan unsur-unsur seperti irama, matra, rima, serta susunan larik dan baris untuk menciptakan pengalaman artistik dan estetika. Dari definisi dalam Kamus Besar Berbahasa Indonesia (KBBI), ada beberapa aspek yang dapat ditekankan:

1.     Ragam Sastra Terikat

Puisi memiliki keterikatan dalam penggunaan bahasa, baik dalam hal irama, matra, rima, serta struktur larik dan baris. Ini memungkinkan puisi untuk memiliki kualitas estetika yang khas.

2.     Sajak

Puisi juga dapat disebut sebagai sajak, yang mengacu pada bentuk tertentu dalam puisi yang mengikuti aturan-aturan tertentu.

3.     Pertajam Kesadaran

Puisi adalah bentuk seni yang dipilih dan ditata dengan cermat untuk memperdalam pemahaman dan kesadaran orang. Puisi dapat menggugah tanggapan khusus melalui pengaturan bunyi, irama, dan makna.

 

4.     Berbagai Bentuk

Puisi bisa memiliki berbagai bentuk, termasuk puisi bebas, dramatis, dan lama. Ini menunjukkan keragaman dalam ekspresi sastra.

5.     Sajak Mbeling

Sajak ini ringan dan bertujuan untuk mengatasi rasa tertekan atau tegang. Ini mencerminkan kemampuan puisi untuk menghibur dan melepaskan perasaan.

Menurut H.B. Jassin, puisi adalah ekspresi perasaan dengan gagasan, pikiran, atau tanggapan terhadap suatu hal atau peristiwa. Ini menunjukkan bahwa puisi adalah alat ekspresi yang kuat.

Puisi juga dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria, seperti "Puisi Lama" yang terikat oleh aturan klasik dan "Puisi Baru" yang lebih bebas dalam bentuknya.

Puisi lama memiliki ciri-ciri seperti anonim, disampaikan secara lisan, dan terikat oleh aturan jumlah baris dalam setiap bait. Puisi lama juga dapat dibagi menjadi jenis-jenis seperti mantra, pantun, seloka, dan talibun.

Puisi baru, di sisi lain, lebih bebas dalam bentuk dan sering memiliki persajakan akhir yang teratur. Jenis-jenis puisi baru meliputi balada, himne, ode, epigram, romansa, elegi, dan satire.

Pada akhirnya, puisi adalah bentuk seni yang kaya dan beragam, dan pengarang puisi memiliki kebebasan untuk mengekspresikan pemikiran, perasaan, dan gagasan mereka dengan cara yang unik. Melalui struktur fisik seperti bentuk puisi, diksi, majas, dan rima, serta pemahaman tentang jenis puisi, seseorang dapat memahami dan menciptakan puisi yang indah dan beragam.

Balaesang, 02  Agustus 2023 

Rabu, 01 November 2023

Buku Digital? Apaan, tuh?


Penulis : Lis Andriani

Judul : Buku Digital? Apaan, tuh?

Resume ke : 16

Gelombang : 29

Tanggal : 31 Juli 2023

Tema : Menulis Buku Cerita Digital

Narasumber : Nur Dwi Yanti, M.Pd

Penghujung bulan Juli bukan berarti pertemuan KBMN ini juga sampai pada ujungnya namun masih tetap berlangsung demi apa, coba? Hehehe…demi menuangkan apa yang terlintas dalam benak dalam bentuk tulisan sehingga apa yang tertulis dapat dipahami oleh khalayak. Ada yang berbeda malam ini dari malam-malam sebelumnya. Pertemuan biasanya berlangsung via chat whatsapp kini berlangsung secara tatap maya. Bersama dengan Narasumber Nur Dwi Yanti, M.Pd akan mengupas tuntas tentang buku digital. Apa? Buku Digital? Wow…tema yang sangat menantang mengingat kedekatanku dengan benda bernama buku sudah terjalin lebih dari separuh usiaku. Okey, kita lanjut pembahasan terkait buku digital ini.

1.     Pengenalan Ebook

Tulisan dimulai dengan memperkenalkan Ebook atau Elektronik Book sebagai panduan digital yang dapat diakses melalui berbagai perangkat elektronik seperti komputer, gadget, dan ponsel. Ebook memiliki format yang berbeda dari buku fisik, yaitu berupa teks atau gambar digital.

2.     Fungsi Ebook

Ebook digambarkan sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pendidikan. Selain itu, Ebook juga memberikan kemungkinan untuk berbagi ilmu dengan cara membuat artikel, membagikannya di internet, dan bahkan menjual atau membagikannya secara gratis.

3.     Kelebihan Ebook

Ada beberapa kelebihan Ebook dibandingkan dengan buku fisik:

a.     Kemudahan Mendapatkan

Ebook dapat diakses dengan mudah secara online melalui komputer atau gadget. Pembaca dapat dengan cepat mendapatkan Ebook yang diinginkan tanpa perlu mencari toko buku fisik.

 

b.     Kemudahan Pembuatan dan Edit

Ebook dapat dibuat dengan mudah dan tanpa biaya besar. Aplikasi yang digunakan untuk pembuatan Ebook tidak memerlukan investasi besar, dan jika terjadi kesalahan, Ebook dapat diedit dengan mudah.

c.     Ringkas

Ukuran Ebook yang kecil memungkinkan penyimpanan yang mudah di berbagai media penyimpanan seperti flashdisk, memory card, dan perangkat mobile. Pembaca dapat membawa Ebook ke mana saja tanpa kesulitan.

d.     Tidak Memerlukan Perawatan

Ebook tidak memerlukan perawatan seperti buku fisik. Mereka tidak mudah rusak, terhindar dari serangan rayap, tidak basah, dan tidak sobek karena berbentuk digital.

 

4.     Aplikasi Pembuatan Ebook

Tulisan juga menyebutkan beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat Ebook, seperti PDF, Google Docs, Mobipocket, dan ePUBee. Setiap aplikasi memiliki kelebihan dan kegunaan masing-masing, memungkinkan penulis atau pembuat Ebook untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam era digital, Ebook telah menjadi alat pembelajaran yang sangat penting, menggantikan buku fisik dalam banyak kasus. Mereka memberikan akses mudah, kemudahan pembuatan, dan portabilitas yang tinggi, serta memerlukan sedikit perawatan. Aplikasi pembuatan Ebook juga semakin beragam, memungkinkan pembuat Ebook untuk memilih alat yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka. Dengan demikian, Ebook memungkinkan lebih banyak orang untuk membagikan pengetahuan dan mengakses sumber belajar dengan mudah di era digital ini.

Balaesang, 31 Juli 2023 

Menulis Dari Hati akan Menyentuh Hati

 

Penulis : Lis Andriani

Judul : Menulis Dari Hati akan Menyentuh Hati

Resume ke : 26

Gelombang : 29

Tanggal : 23 Agustus 2023

Tema : Menulis dengan Hati (Writing by Hearth)

Narasumber : Mutmainah, M.Pd

Pertemuan demi pertemuan dilalui, resume demi resume pun ditulis. Writing by hearth dipilih menjadi topik pertemuan malam ini, Rabu, 23 Agustrus 2023. Meski lelah pasca kegiatan agustusan masih terasa namun gairah menulis tak serta merta ikut padam. Mutmainah, M.Pd sebagai narasumber kali ini  akan memaparkan tentang pelibatan hati dalam menghasilkan tulisan yang juga akan menyentuh hati. Berikut penjelasannya.

1.     Menulis dengan Hati.

Menulis dengan hati berarti menggunakan hati sebagai sumber inspirasi untuk tulisan kita. Ini mengingatkan kita bahwa tulisan bukan hanya tentang logika dan pengetahuan, tetapi juga tentang perasaan. Hati adalah sumber ide, inspirasi, dan emosi yang bisa memengaruhi pembaca dengan cara yang lebih mendalam.

2.     Libatkan Emosi

Tulisan yang baik harus membangkitkan emosi pada pembaca. Ini membuat tulisan lebih hidup dan memudahkan pembaca merasakan apa yang ingin disampaikan penulis. Emosi yang positif seperti kebahagiaan, harapan, atau cinta dapat membuat tulisan lebih kuat dan memikat.

3.     Libatkan Panca Indera

Memanfaatkan panca indera membantu pembaca merasa seolah-olah mereka benar-benar berada di dalam cerita. Ini menciptakan pengalaman membaca yang lebih mendalam dan kuat. Dengan menggambarkan apa yang bisa dilihat, didengar, dan dirasakan, pembaca akan lebih terlibat dalam cerita.

4.     Menulis Sesuatu yang Disukai

Penulis harus menulis tentang topik yang mereka nikmati dan pahami. Ini memberikan tulisan itu sendiri sebuah keaslian yang sulit ditiru oleh orang lain. Ketika penulis menikmati proses menulisnya, itu akan tercermin dalam tulisan mereka.

 

5.     Jangan Mengharap Pujian

Menulis harus dilakukan karena hasrat untuk menyampaikan sesuatu yang berguna atau menghibur, bukan semata-mata untuk mendapatkan pujian. Ketika motivasi kita adalah membantu atau memberikan wawasan kepada pembaca, kita akan tetap termotivasi untuk menulis tanpa peduli apakah kita dipuji atau tidak.

6.     Kenali Pembaca dan Pesan

Memahami siapa target pembaca kita dan apa yang ingin kita sampaikan kepada mereka adalah kunci untuk menulis dengan efektif. Pesan kita harus sesuai dengan kebutuhan dan minat pembaca agar tulisan kita memiliki dampak yang diinginkan.

7.     Baca dan Baca

Membaca adalah bahan bakar bagi penulis. Semakin banyak kita membaca, semakin banyak ide, bahasa, dan wawasan yang kita peroleh. Membaca juga memperkuat hubungan antara membaca dan menulis, seperti yang disebutkan dalam penelitian Stephen D. Krashen.

8.     Jujur dan Konsisten

Konsistensi adalah kunci keberhasilan dalam menulis. Ketika kita terus menulis dengan disiplin, kita akan memperbaiki ketrampilan menulis kita seiring waktu. Selain itu, kejujuran dalam tulisan sangat penting. Kata-kata yang tertulis tidak bisa berbohong, dan mereka mencerminkan isi hati penulis.

Manfaat menulis dengan hati, seperti yang dijelaskan, termasuk kemampuan untuk lebih menyentuh pembaca dan kemudahan dalam menyusun cerita yang kuat. Ini menciptakan tulisan yang memiliki daya tarik emosional dan lebih mudah dipahami oleh pembaca. Dengan mengikuti panduan ini, penulis dapat menciptakan karya yang lebih bermakna dan kuat.

Balaesang, 23 Agustus 2023

Menyusun Buku Secara Sistematis

Penulis : Lis Andriani

Judul : Materi Buku Sudah Terkumpul. Lalu Apa?

Resume ke : 15

Gelombang : 29

Tanggal : 28 Juli 2023

Tema : Menyusun Buku Secara Sistematis

Narasumber : Yulius Roma Patandean

Bulan Juli yang semakin mendekati ujung menjadi pertemuan ke-15 yang malam ini dibersamai oleh Yulius Roma Patandean sebagai narasumber.  Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis  menjadi topik menarik. Bagaimana tidak, meskipun bahan atau materi untuk menyusun buku sudah tersedia namun bingung harus memulai darimana. Untuk itu kita akan menuntaskannya malam ini.

Dalam proses menulis buku, salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah tentang bagaimana menyusun naskah secara sistematis. Naskah yang tersusun dengan baik akan memudahkan penulis untuk menambahkan, mengurangi, atau merombak isi naskah yang dianggap tidak sesuai dengan tema yang diangkat.

Untuk membantu mengatasi tantangan ini, terdapat sejumlah aplikasi dan software yang dapat digunakan, seperti Mendeley dan Zotero. Aplikasi ini memungkinkan penulis untuk mengatur dan menyusun naskah buku secara sistematis, dengan mempermudah penambahan, pengurangan, dan penggabungan berbagai bab, sub bab, atau judul yang telah ditentukan.

Langkah-langkah praktis untuk menyusun buku secara sistematis dengan menggunakan fitur-fitur Mc. Word dapat kita secara detail dapat kita saksikan dalam link video berikut :

 https://youtu.be/eePQwyHAcjw

https://youtu.be/jXPr59aWJSc

https://youtu.be/mS8bfNZT-rA

Tentunya, setiap penulis memiliki cara tersendiri dalam menyusun naskah buku secara sistematis. Namun, tidak ada salahnya mencoba untuk membuat simulasi atau percobaan menggunakan fasilitas yang telah tersedia di PC, laptop, atau notebook teman-teman. Seringlah menengok naskah yang telah disusun, membacanya, dan melakukan perubahan jika diperlukan. Demikian penutup yang disampaikan oleh narasumber malam ini.

Dengan menyusun naskah buku secara sistematis, tidak hanya memudahkan tim editor di percetakan untuk menerbitkan buku, namun juga membuat penulis lebih percaya diri terhadap naskah yang telah dibuat. Seringnya membaca naskah buku saat proses penyusunan juga akan memberikan rasa percaya diri pada penulis bahwa naskah tersebut layak untuk diterbitkan.

Setiap permulaan dalam menulis buku pasti akan dihadapkan pada tantangan-tantangan. Namun, tantangan itulah yang membuat usaha menerbitkan buku semakin menarik dan bermakna. Dengan cara menyusun naskah buku secara sistematis, penulis memiliki kontrol yang lebih baik atas naskah mereka dan siap menghadapi tantangan-tantangan tersebut dengan percaya diri. 

Balaesang, 28 Juli 2023

Berbagi ala Sulungku

Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu

                                               Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu KPU sebagai lembaga independen yang me...