Temukan yang Anda cari

Selasa, 19 September 2023

Kisah Sri; Kisah Cinta di Pusaran Pemilu

 


Daftar Calon Sementara telah dirilis. Sri masih termangu, memandang gamang pada foto suaminya yang dinyatakan lolos verifikasi. Salinan Surat Keputusan yang diperolehnya dari seorang teman yang merupakan penyelenggara Pemilu kini tergenggam di tangannya menjadi tanda bahwa suaminya semakin jauh melaju mendekati Gedung Dewan. Awalnya, kekhawatirannya hanya tentang guncangan ekonomi keluarganya yang menjadi perhatian jika suaminya gagal. Kini, kekhawatiran itu bertambah ketika terdengar kabar tentang kedekatan suaminya dengan seorang perempuan yang menjadi pengurus di partai yang sama dengan suaminya.

Sri merasa bahwa ini adalah saat yang tepat untuk merenungkan semuanya dengan lebih tenang. Dia memutuskan untuk sementara pindah ke kota lain dengan alasan untuk menenangkan diri.

Kota yang jauh dari kampung halamannya itu memberikan Sri waktu dan ruang untuk merenung. Dia berjalan-jalan sendirian di taman-taman kota, mendengarkan suara gemericik air, dan merenungkan masa depannya yang kini penuh ketidakpastian. Sri tahu bahwa keputusan suaminya untuk berkarier di politik adalah hal yang tidak pernah terlintas dibenaknya. Namun, ketidakpastian hubungan mereka dan isu-isu yang berkembang membuatnya merasa perlu untuk meresapi situasi dengan lebih dalam.

Selama beberapa waktu, Sri juga menemukan teman-teman yang ramah di kota baru ini. Mereka mendengarkan cerita Sri dengan penuh perhatian dan memberinya perspektif yang berbeda. Sri mulai merasa lebih kuat dan siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang. Sepertinya Sri akan mengajukan pindah domisli agar tetap bisa memberikan hak suaranya dalam pemilu nanti. Toh pindah memilih dalam pemilu dibenarkan karena 9 (Sembilan) keadaan dan pindah domisili salah satunya. Penyelenggara Pemilu juga sudah membuka Posko Layanan DPTb bagi pemilih yang akan pindah memilih. Tapi bagaimana dengan nasib anaknya yang sementara ini dititipkan pada ibunya? Jujur saja, Sri sudah sangat rindu pada buah hatinya tapi dia butuh ruang untuk berpikir. Rindu untuk suaminya pun kadang menyelip tapi Sri mencoba unntuk bertahan. Tiba-tiba pikiran lain terlintas dalam benak Sri. “Jangan-jangan Yadi semakin dekat dengan perempuan itu sementara dirinya menenangkan diri” demikian pikiran aneh itu menggerogoti benak Sri.

Akankah Sri mendaftarkan diri pada Posko Pelayanan DPTb ataukah dia harus pulang agar kedekatan suaminya dengan perempuan lain tidak semakin menjadi.?

Nantikan lanjutannya dalam part berikut

Balaesang, September 2023

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ngakak Bersama ChatGPT; Seberlebihan itukah?

Malam sudah beranjak separuh, tapi mata kok gak bisa tidur ya. Pasti pengaruh kafein yang sempat kuminum di hajatan tetangga sore tadi. Kubuka layar laptop..ya…hanya kubuka tanpa tahu untuk apa. Iseng, kucoba membuka ChatGPT, siapa tahu ada ide tulisan. Diantara denting papan ketik, kutulis pertanyaan sederhana ke ChatGPT, sekedar ingin tahu seperti apa respon kecerdasan buatan yang lagi booming ini. Apakah benar-benar cerdas atau dicerdas-cerdaskan…hehehe…kalian pahamlah maksudku. Aku ingin mencoba membuat bionarasi singkat tentang diriku. Sederhana dan tak berlebihan. Namun, apa yang kudapatkan? ChatGPT memberikanku bionarasi yang ah...epik, luar biasa tapi konyol dan berlebihan, sampai-sampai aku menyemburkan tawa yang tak sekedar kekehan.

Dengan senyum yang selalu merekah dan mata yang berbinar penuh semangat, setiap hari adalah sebuah petualangan bagi seorang guru SD yang selalu ceria dan suka tantangan. Di antara suara cekikikan anak-anak dan aroma krayon, dia menemukan waktu untuk memeluk hobi berkemahnya, merasakan kedamaian alam bebas dan gemerlap bintang malam. Namun, petualangannya tak berhenti di sana. Di dunia digital, dia adalah seorang pembuat konten YouTube yang inspiratif dan penulis blog yang penuh wawasan. Setiap kata dan gambar yang dia bagikan adalah bukti dari semangatnya yang tak pernah padam, selalu mencari dan mengejar tantangan baru dalam hidup”. Demikian bionarasi ala ChatGPT.

Masih menahan gelak. Seberlebihan itukah?. Meskipun demikian, ada sesuatu yang lucu dalam upaya mesin ini untuk memahami dasar kemanusiaan, tetapi pada akhirnya mereka hanya memberikan gambaran yang berlebihan dan nyaris tidak masuk akal. Ketidakmasuakalan inilah yang membuatku semakin tidak bisa menahan tawa. Seolah-olah ChatGPT dengan polosnya mencoba memberikan gambaran epik tentang seseorang, namun pada akhirnya justru terdengar konyol dan lucu. Ya...namanya juga kecerdasan buatan, ye kan? hehehe...

Ketika tawa reda, aku mulai berpikir. Di zaman teknologi modern, kita sering terjebak dalam pandangan yang berlebihan tentang diri kita sendiri. Media sosial penuh dengan foto-foto yang luar biasa, cerita hidup yang selalu menyenangkan, dan pencapaian demi pencapaian yang kadang-kadang membuat kita merasa tidak cukup. ChatGPT mungkin hanya reflek dari kecenderungan kita saat ini: menciptakan gambaran diri yang berlebihan di mata dunia.

Apa yang benar-benar penting, bagaimanapun, adalah esensi kemanusiaan kita—bukan gambaran yang berlebihan, tetapi fakta tentang siapa kita, apa yang kita rasakan, dan bagaimana kita berinteraksi dengan dunia kita. Bionarasi yang berlebihan dalam ChatGPT terkadang lucu, tetapi itu mengingatkanku untuk selalu jujur dengan diri sendiri, untuk menghargai realitas dan keunikan yang ada dalam diri kita.

Meskipun bionarasi itu lucu tapi Aku memperoleh pelajaran berharga dari ChatGPT. Meskipun menyenangkan, itu bukanlah tujuan kehidupan kita. Yang benar-benar penting adalah kejujuran serta kemampuan untuk tertawa atas kekonyolan dan kesalahan orang lain. Salam

 Balaesang, 19 September 2023

Sabtu, 09 September 2023

Dunia Paralel di Balik Kacamata


Dunia Paralel di Balik Kacamata

Sari, seorang remaja yang tinggal di Indonesia, baru saja menerima hadiah ulang tahunnya yang ia tunggu-tunggu: sebuah kacamata VR (Virtual Reality) terbaru! Ia telah mendengar banyak tentang kemajuan teknologi ini melalui berbagai video yang ia tonton.

Malam itu, dengan penuh antusias, Sari memakai kacamata VR-nya. Tiba-tiba, seakan-akan ia berada di atas Tembok Besar China. Kemudian, dengan sekali kedip, ia berdiri di depan Piramida Mesir. Ia bahkan merasa sedang berada di dalam candi Borobudur. Semua tampak begitu nyata. "Wow! Ini luar biasa!" serunya.

Keesokan harinya, Sari membawa kacamata VR ke sekolah untuk membagikannya dengan teman-temannya. Saat istirahat, mereka mencoba aplikasi augmented reality (AR) untuk melihat informasi lebih lanjut tentang bunga yang tumbuh di halaman sekolah. Dengan AR, mereka bisa melihat nama, asal, dan sejarah bunga tersebut.

Namun, keesokan harinya, saat Sari memakai kacamata VR-nya lagi, sesuatu yang aneh terjadi. Ia menemukan dirinya berada di sebuah kota yang sepertinya familiar, tetapi ada sesuatu yang berbeda. Gedung-gedung memiliki label digital di atasnya yang menunjukkan informasi tentang gedung tersebut, seperti nama, fungsi, dan suhu sekitarnya.

Saat ia berjalan, Sari bertemu dengan seseorang yang tampak familiar. Pria tersebut tampak seperti Mark Zuckerberg. "Selamat datang di Metafase, dunia baru di mana realitas dan digital bersatu," kata pria itu.

Sari kemudian bertemu dengan berbagai tokoh terkenal dari masa lalu, seperti desainer teknologi Morden Helix dan tim dari Oculus. Mereka semua berbicara tentang sejarah dan evolusi VR dan AR.

Namun, di tengah-tengah perjalanan, Sari menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Dunia ini tampak begitu nyata, tetapi ia merasa terjebak. Ia ingin kembali ke dunianya, dunia nyata.

Dengan bantuan teman-teman barunya di dunia VR, Sari mencari cara untuk kembali. Setelah serangkaian petualangan, ia akhirnya menemukan pintu keluar dan kembali ke kenyataan, membawa pengalaman dan pengetahuan baru yang ia dapatkan.

Setelah kembali, Sari memutuskan untuk mendirikan startup yang fokus pada pengembangan edukasi berbasis VR dan AR. Ia ingin membagikan ilmu dan pengalamannya kepada dunia, agar lebih banyak orang dapat memanfaatkan teknologi ini untuk kebaikan.

Dalam beberapa tahun, startup Sari berkembang pesat. Ia berhasil mengubah cara orang belajar dan berkomunikasi, mengaburkan batasan antara dunia nyata dan dunia digital, dan membantu banyak orang menemukan potensi baru dalam diri mereka.

Seiring berjalannya waktu, teknologi VR dan AR semakin berkembang, tetapi Sari selalu ingat petualangan dan pelajarannya di dunia Metafase. Ia tahu bahwa teknologi ini memiliki potensi yang belum tergali sepenuhnya, dan ia berdedikasi untuk menjadikannya lebih bermanfaat bagi semua orang.

Balaesang, 09 September 2023

Sabtu, 02 September 2023

Jejak Malam Penutupan KBMN Gelombang 29

Hembusan angin pantai dan suara musik bernada riang menjadi paduan yang menghangatkan malam minggu di Pantai Molui. Malam ini kami, para penyelenggara pemilu  (PPK dan PPS) se-Balaesang mengadakan kemah untuk sekedar mengurai kepenatan setelah beberapa lama berkutat dengan pekerjaan terkait kepemiluan terlebih saat ini masih berada ditahapan pembaharuan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Malam kemah penyelenggara bertepatan dengan malam penutupan Pelatihan KBMN. Meskipun sinyal di tempat ini tidak terlalu baik yang ditandai dengan terpental dari zoom beberapa kali namun saya masih bisa mengikutinya. 

Keberadaan Saya di komunitas ini merupakan sebuah ketersesatan namun ketersesatan tidak saya sesali bahkan sangat bersyukur bisa tersesat di grup ini karena dengan demikian saya bisa menggali  kembali kemampuan menulis yang pernah ada ketika diri masih berbalut seragam putih biru. Selain itu juga membuat saya lebih percaya diri mempublikasikan karya saya melalui blog meskipun sampai penutupan ini resume yang menjadi syarat kelulusan di KBMN ini belum tuntas saya kerjakan.
Di komunitas ini saya bertemu orang-orang hebat yang tidak pelit ilmu. Sejak pertemuan pertama yang digawangi oleh Prof. Wijaya Kusuma yang selalu memantik semangat untuk menulis setiap hari dan di pertemuan selanjutnya para narasumber memberikan 'modal' menulis yang luar biasa hingga tiba di pertemuan terakhir saya nekat mengikuti tantangan Prof. Eko Indrajit untuk menulis buku bersama dalam dua minggu. 
Membuat belasan resume mempunyai tantangan tersendiri terutama ketika akan menuliskan kalimat pertama. Masa iya setiap resume diawali dengan kata 'malam ini?'. Rasanya pasti sangat membosankan dan hal itu 'memaksa' saya memadumadankan kata dan...taraaa...berhasil, kisanak...hehehe... Mungkin inilah yang dimaksud oleh Om Jay dengan '......dan lihat apa yang terjadi'.
Saya berharap ide yang saya tuangkan dalam tulisan saya bisa membawa manfaat bagi orang-orang sekitar saya.  Oh ya, satu lagi harapan besar saya adalah bisa menerbitkan buku solo. 
Suara ombak, jerit jangkrik, dan lolongan anjing di kejauhan menjadi teman menghabiskan malam. Salam.


Balaesang, 02 September 2023

Rabu, 30 Agustus 2023

Menulis Buku Nonfiksi

Penulis : Lis Andriani

Judul : Menulis Buku Nonfiksi

Resume ke : 14

Gelombang : 29

Tanggal : 26 Juli 2023

Tema : Kaidah Pantun

Narasumber : Musiin, M.Pd

Bulan hampir purnama mengintip malu-malu dari celah jendela. Aku bersandar pada kusen yang tak lagi simetris membingkai pintu rumah tua ini. Rumah tua yang sudah kami huni selama sepuluh tahun terakhir ini. Sepasang meja kursi yang tidak kalah tua menemani malamku yang merupakan pertemuan ke-14 dalam pelatihan Komunitas Belajar Menulis Nusantara. Malam ini mengusung tema Konsep Buku Nonfiksi bersama Musiin, M.Pd sebagai narasumber.

Seperti biasanya, pertemuan dibuka dengan berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing peserta agar Yang Maha Kuasa meridhoi apa yang kita lakukan.

Menulis memang bukanlah hal yang mudah, apalagi harus dilakukan oleh kita yang tidak suka membaca, malah lebih sulit lagi. Menulis adalah keterampilan produktif, ini berarti keterampilan yang membutuhkan modal. Modalnya adalah banyak membaca dan mengamati fenomena yang ada. Seperti halnya melakukan hal lain, menulis pun memerlukan alasan. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan alasan untuk menulis, antara lain:

1.     Mewariskan ilmu lewat buku.

2.     Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.

3.     Mengembangkan profesi sebagai seorang guru

4.     Berbagi ilmu kebaikan sebagai salah satu amal jariyah

Buku Nonfiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan fakta dan kenyataan. Isi dari buku nofiksi adalah informasi, pengetahuan atau wawasan bertujuan untuk menyajikan temuan baru atau penyempurnaan dari informasi yang sudah ada. Adapun ciri buku non fiksi adalah:

1.     Menggunakan bahasa formal.

2.     Makna yang disampaikan adalah makna denotasi.

3.     Ditulis berdasarkan fakta.

4.     Tulisan berbentuk tulisan ilmiah popular.

5.     Meghasilkan temuan baru dan menyempurnakan ide temuan lama.

6.     Penulis memberikan analisis dan interpretasi intelektual dari data yang disajikan dalam tulisannya.

Ada 2 jenis buku nonfiksi

1.     Buku Nonfiksi Murni. Buku nonfiksi murni adalah buku yang berisi kumpulan data otentik yang dikembangkan menjadi sebuah buku. Data-data tersebut berasal dari teori, wawancara penulis, observasi, angket dan bukti lainnya. Contoh buku nonfiksi murni adalah skripsi, disertasi, feature, dan lain-lain.

2.     Buku Nonfiksi Kreatif. Buku Nonfiksi Kreatif adalah buku yang berisi data-data otentik yang kemudian dikembangkan dengan bumbu-bumbu kreatif dari pengarang. Contohnya adalah biografi, autobiografi, memoar, buku motivasi, pengembangan diri/psikologi, buku panduan/manual, buku pelajaran/buku teks/pendamping, ensiklopedia/kamus, buku catatan perjalanan, dan lain-lain.

Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1.     Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit). Contoh: Buku Pelajaran.

2.     Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses. Contoh: Buku Panduan

3.     Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni

1.     Pratulis. Tahap pratulis terdiri dari menentukan tema, menemukan ide, merencanakan jenis tulisan, mengumpulkan bahan tulisan, bertukar pikiran, menyusun daftar, meriset, membuat mind mapping menyusun kerangka.

2.     Menulis draf. Menulis draf dapat dilakukan dengan enuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas dengan tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

3.     Merevisi draf. Mervisi draf dapat dilakukan dengan Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian lalu memeriksa gambaran besar dari naskah.

4.     Menyunting naskah. Penyuntingan naskah dilakukan sesuai dengan KBBI dan PUEBI. Adapun hal-hal yyang disunting adalah ejaan, tata Bahasa, diksi, Data dan fakta, legalitas dan norma, menerbitkan. Dalam proses penyuntingan ini dapat melibatkan orang lain.

Ada beberapa hambatan yang biasa ditemui dalam kegiatan menulis yaitu hambatan waktu, hambatan kreativitas, hambatan teknis, hambatan tujuan, hambatan psikologis. Hambatan ini bisa diatasi dengan banyak membaca, mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber, disiplin menulis setiap hari.

Setiap buku punya anatomi demikian pula dengan buku nonfiksi. Adapun anatomi buku nonfiksi adalah:

1.     Halaman Judul

2.     Halaman Persembahan (opsional)

3.     Halaman Daftar Isi

4.     Halaman Kata Pengantar (opsional, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

5.     Halaman Prakata

6.     Halaman Ucapan Terima Kasih (opsional)

7.     Bagian /Bab

8.     Halaman Lampiran (opsional)

9.     Halaman Glosarium

10.  Halaman Daftar Pustaka

11.  Halaman Indeks

12.  Halaman Tentang Penulis

Kuhempaskan punggungku ke sandaran kursi mencoba melemaskan otot pinggang yang juga sudah menua. Selesai sudah resume pertemuan ke-14 ini kutulis.

 

Balaesang, 26 Juli 2023

Selasa, 29 Agustus 2023

Pantun Pertamaku


 Penulis : Lis Andriani

Judul : Pantun Pertamaku

Resume ke : 13

Gelombang : 29

Tanggal : 24 Juli 2023

Tema : Kaidah Pantun

Narasumber : Miftahul Huda, S.Pd

Pertemuan ke-13 KBMN ini  merupakan malam terberat dari malam sebelumnya. Mengapa? Karena malam ini akan membahas kaidah pantun. Pantun adalah bentuk kesusastraan yang paling sulit kukuasai karena kaidah rima yang mengikatnya  begitu kuat. Setidaknya itu menurutku. Tapi baiklah, pertemuan ini akan aku ikuti dengan sebaik-baiknya, mana tahu kelak akan berguna (hehehe…). Kali ini, kaidah pantun akan dibahas tuntas oleh narasumber Miftahul Hadi, S.Pd.

Dari pertemuan tadi malam saya juga baru tahu kalau pantun telah tetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO sejak tanggal 17 Desember 2020. Sebelum ditetapkan oleh UNESCO, pantun telah terlebih dahulu ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda secara nasional pada 6 (enam) tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2014.

Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019). Pantun termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi (Yunos, 1966; Bakar 2020). Selain untuk komunikasi sehari-hari, pantun juga dapat digunakan dalam sambutan pidato, menyatakan perasaan, lirik lagu, perkenalan maupun berceramah/dakwah meskipun kadang disalahgunakan untuk mengolok-olok seperti yang bias akita saksikan di televisi akhir-akkhir ini.

Untuk mengembalikan marwahnya, pantun memiliki fungsi antara lain sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun juga melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Berdasarkan definisi di atas, mari kita kenali ciri-ciri pantun. Satu bait terdiri atas empat baris

* Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata

* Satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata

* Bersajak a-b-a-b

* Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang

*Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud

Contoh pantun

Biji selasih di pohon angsana,

Pokok Bidara berbuah kuini,

Terimakasih kepada Bu Gina,

Membuka acara malam ini.

Selain pantun, ada karya sastra lain yang mirip pantun yaitu syair dan gurindam. Adapun ciri-ciri syair adalah:

1.     Ada empat baris.

2.     Persajakan A-A-A-A

3.     Baris pertama, kedua, ketiga dan keempat isinya saling berhubungan.

Contoh syair

Sekolah janganlah malas,

Belajar rajin di dalam kelas,

Jaga sikap janganlah culas,

Agar hati tak jadi keras.

 

Selain pantun dan syair adapula gurindam. Gurindam mempunyai ciri-ciri :

1.      Hanya terdiri atas dua baris.

2.     Memiliki hubungan sebab akibat.

3.     Bersajak A-A

Contoh gurindam

Jika rajin zakat sedekah,

Allah akan tambahkan berkah.

 

Selain memaparkan tentang ciri-ciri pantun, narasumber juga berbaik hati memberikan tips membuat pantun dengan cepat. Adapun tips membuat pantun secara cepat adalah:

1.      Pahami ciri-ciri pantun

2.     Kuasai perbendaharaan kata. Penguasaan perbendaharaan kata bermamfaat untuk menyamakan rima karena sejatinya pantun mennjolkan keindahan kata.

3.     Membuat baris ketiga  dan keempat lebih dahulu. Hal ini memudahkan dalam pembuatan pantun.

                            Pergi ke toko membeli kuas

                            Terinjak kaki di ranting patah

                            Malam ini tidur pulas 

                            Dapat ilmu dari Mas Miftah

Demikian tips dari narasumber malam ini yang coba saya terapkan dan taraaaaaa.....jadilah pantun  pertama saya...hehehe....Salam literasi.

 

Balaesang, 24 Juli 2023

 

Jumat, 18 Agustus 2023

Pak Guru dan Sebuah Piala



Seorang lelaki dengan kopiah yang menutupi sebagian rambut putihnya terlihat berdiri di depan sebuah lemari tua. Matanya tertuju pada sebuah piala tepatnya tulisan yang ada di bagian samping piala. Ingatannya melayang pada kejadian tiga puluh tahun yang lalu.

Flashback on
Suara MC membacakan pemenang lomba dalam rangka peringatan hari kemerdekaan masih bergema di pendopo kecamatan pada malam ramah tamah. Seorang pria terlihat berjalan memasuki ruangan bagian belakang pendopo. Di tangannya terpegang sebuah piala yang baru saja diterimanya. Dia mendekati seorang panitia lomba yang tampaknya sibuk dengan dokumen lomba yang baru saja berakhir sore tadi.
"Pak, saya mau mengatakan sesuatu' kata pria itu ragu.
"Tentang apa,pak? Si Panitia menjawab sambil meletakkan bolpoin di tangannya dan melihat ke arah pria  di depannya.
"Saya ingin mengembalikan piala ini, pak. Saya tidak berhak menerimanya". Katanya lagi
Lho, kenapa pak?" Tanya Si Panitia sambil menatap dengan heran.
"Murid saya tadi tidak hadir dalam lomba, pak"
Rupanya pria itu adalah seorang guru.
"Tunggu sebentar, pak. Saya akan panggilkan seksi lombanya" kata Si Panitia sambil beranjak keluar dari ruangan. Tak lama kemudian dia kembali bersama seorang lelaki yang nampaknya adalah seksi lomba.
"Ada apa, pak?" Kata seksi lomba
Guru itupun menceritakan apa yang terjadi.
"Tapi dari rekapitulasi nilai yang dikumpulkan oleh dewan juri, murid bapak memperoleh nilai, pak". Kembali seksi lomba berargumen sambil memperlihatkan dokumen penilaian.
"Tapi, pak .." Pak Guru kehabisan kata-kata.
"Begini saja, pak. Bapak bawa saja pialanya. Piala yang disediakan oleh panitia lomba sejumlah pendaftar pada cabang lomba yang sedianya diikuti oleh murid Bapak. Anggaplah sebagai penghargaan karena telah mendaftar". Panitia menjelaskan.

Flashback off

Kembali tangan keriputnya mengusap piala itu. Dia memahami jika apa yang dilakukan panitia ketika itu agar kinerja panitia tidak dianggap buruk jika masalah itu diketahui umum. Setidaknya dia telah membuktikan integritas dirinya terlepas dari solusi yang ditawarkan panitia ketika itu. Integritas diri yang begitu dijunjungnya dan selalu di serukan kepada anak didiknya. Bahwa maruahmu tergantung pada integritas dirimu.
Diletakkannya kembali piala keemasan itu sambil mengusap wajahnya kemudian menggeleng dan tersenyum. Dia menghampiri istrinya yang tengah menghidangkan secangkir kopi dan sepiring pisang goreng. Sesekali dia mengangguk sambil teruntuk menjawab sapaan orang-orang yang melewati mereka. Bisa saja salah satu di antara orang-orang yang lewat itu adalah salah satu muridnya yang tiga puluh tahun lalu batal mengikuti lomba. 

Balaesang, 18 Agustus 2023

8% atau 12%?

 


Pidato presiden tentang kenaikan gaji ASN dan pensiunan disambut gembira. Ada teman  berkomentar dengan nada bercanda  bahwa mengapa bukan pegawai aktif yang mendapatkan kenaikan 12%. Candaan tersebut juga dibalas candaan bahwa jika ingin mendapat kenaikan sebesar itu, pensiun aja.  Tentunya teman tak mempunyai maksud apapun selain sekedar mengurai kepenatan setelah beberapa hari mempersiapkan lomba dalam rangka tujuhbelasan. Saya kemudian mencoba membandingkan perbedaan kenaikan tersebut.

Perlu diketahui bahwa dalam Undang-Undang Pensiun Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiunan Pegawai dan Pensiunan Janda/Duda Pegawai pasal 5 telah diatur bahwa besaran gaji pensiunan ASN tergantung pada masa kerjanya, paling tinggi 75%. Baca di :https://betv.disway.id/amp/11656/pensiunan-pns-masih-dapat-gaji-segini-besarannya/16
Misalnya seorang PNS golongan 3d dengan masa kerja 32 tahun akan menerima gaji pokok sebesar Rp 4.797.000. Ketika dia pensiun maka gaji yang diterima paling besar adalah  3.232.600 sesuai Peraturan Pemerintah
Nomor 37 Tahun 2014
Tentang Penetapan Pensiuna Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. Dengan adanya kenaikan sebesar 12% menjadi 3.620.512. Bandingkan dengan kenaikan 8% yang diterima oleh pegawai aktif dengan golongan dan masa kerja yang sama. Gaji pokok pegawai aktif golongan 3d Rp 4.797.000 menjadi  5.180.760.Masih lebih tinggi pegawai aktif, kan sahabat?

Sahabat literasi, perbedaan kenaikan ini hendaknya tetap disyukuri. Bukankah kesyukuran itu bukan hanya pada banyaknya nikmat yang kita peroleh tapi juga pada keberkahan yang kita rasakan. Salam literasi.

Balaesang, 17 Agustus 2023

Rabu, 16 Agustus 2023

Agustus Pertamaku Pakai Korpri

 

Ketika tulisan ini saya mulai, jujur saya terharu mengingat setahun yang lalu ketika hendak menghadiri upacara hari kemerdekaan. Waktu itu status saya  masih peserta seleksi PPPK yang lulus seleksi karena SK pengangkatan belum di pegang. Saya ragu untuk mengenakan seragam korpri dalam menghadiri upacara padahal hampir saya dan teman-teman sudah mempersiapkannya karena sebelumnya pernah beredar kabar akan penerimaan SK dengan seragam tersebut. 

Pagi sebelum upacara pun tiba, saya bolak balik ganti antara seragam korpri dan hitam putih. Akhirnya keputusan pun saya ambil. Setiba di lapangan upacara dan bertemu teman-teman, kami tertawa. Rupanya kami punya ikatan tersendiri dalam pemilihan seragam. Tanpa komunikasi sebelumnya kami memutuskan menggunakan seragam hitam putih. Itu sekelumit ingatan saya tentang perjalanan PPPK. Di ulang tahun Republik Indonesia ke-78, saya dan teman-teman   sudah menyiapkan seragam korpri untuk dipakai upacara. Alhamdulillah.
Selamat Hari  Ulang Tahun Republik Indonesia ke-78

Balaesang, 17 Agustus 2023

Kamis, 10 Agustus 2023

Proofreading dan Self Editing,. Pentingkah?

 


Penulis : Lis Andriani

Judul : Proofreading dan Self Editing. Pentingkah?

Resume ke : 12

Gelombang : 29

Tanggal : 20 Juli 2023

Tema : "Proofreading" Sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber : Susanto, S.Pd

Bagi sebagian besar kita mungkin sudah pernah pendengar istilah Proofreading atau disebut juga uji-baca. Seperti apa proofreading itu? apakah sama dengan proses editing?”. Demikian pengantar dari Sim Chung Wei yang pada pertemuan ke-12 ini menjadi moderator mendampingi Susanto, S.Pd sebagai narasumber yang akan membawakan tema “Proofreading” sebelum menerbitkan tulisan.

Proofreading adalah membaca ulang tulisan untuk memeriksa kesalahan yang mungkin terjadi dalam penulisan. Adapun kesalahan yang mungkin terjadi perlu diperbaiki adalah kesa;ahan ketik, penggunaan tanda baca, konsistensi penggunaan nama atau istilah, dan logika dari sebuah tulisan. Proofreading bisa dilakukan oleh orang lain ataupun penulis itu sendiri. Untuk melakukan proofreading sendiri atau biasa juga disebut self editing maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:

1.     Netralkan terhadap tulisan sendiri. Tulisan kita perlu didiamkan untuk beberapa waktu agar perasaan terhadap tulisan kita bisa netral.

2.     Membaca seluruh tulisan sebelum mengedit untuk menghindari kesalahan asumsi

3.     Memeriksa saltik/typo, istilah,  ejaan, struktur, kelogisan

4.     Alangkah baiknya jika membaca dengan suara keras.

Ow ya, satu lagi. Menulis kalimat jangan panjang-panjang karena bisa menyulitkan pembaca untuk menbaca dalam satu tarikan napas. Demikian materi proofreading malam ini yang ditutup dengan napas lega karena banyak  ilmu baru yang didapatkan.

Balaesang, 21 Juli 2023

 

Strategi Pemasaran Buku

 Penulis  : Lis Andriani

Judul : Strategi Pemasaran Buku

Resume ke : 20

Gelombang : 29

Tanggal : 09 Agustus 2023

Tema : Pemasaran Buku

Narasumber : Agus Subardana,S.E.,MM

Pemasaran? Jualan dong!. Itulah yang terlintas dalam pikiranku ketika membaca flyer yang disebar sebelum pertemuan malam ini. Aku penasaran dan aku akan membunuh rasa penasaran itu dengan mengikuti materi yang malam  ini dibersamai oleh Agus Subardana, S.E.,MM sebagai narasumber.

Ketika kita sudah bisa menghasilkan buku solo ataupun antologi tentunya kita ingin agar buku kita sampai kepada pembaca dan tentu pula kita ingin agar apa yang kita hasilkan itu  membawa keuntungan secara material. Sebagaimana dengan memasarkan produk lain, memasarkan produk berupa buku juga membutuhkan strategi yang efektif dan efisian. Namun sebelum kita lanjut pada strategi pemasran, mari kita lihat dulu pengertian dari strategi pemasaran.

Strategi pemasaran adalah adalah rencana yang dirancang untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan buku kepada target audiens dengan tujuan meningkatkan penjualan dan visibilitas buku tersebut .

Secara garis besar, strategi pemasaran buku dapat dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu:

A.         Pemasaran secara Online.

1.     Buat platform online yang bisa digunakan untuk memasarakan buku dan menjual buku kita. Opsi termasuk website pribadi, blog, atau toko online menggunakan platform seperti WordPress, Shopify, atau WooCommerce.Tujuan pemasaran buku melalui platform online adalah sebagai berikut:

a.     Mengampanyekan informasi produk secara luas kepada target pasar potensial.

b.     Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada, sehingga loyalitas konsumen terjaga.

c.     Menjaga stabilitas penjualan saat kondisi pasar sedang lesu.

d.     Meningkatkan penjualan dan keuntungan.

e.     Membandingkan dan menonjolkan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing.

f.      Membentuk citra produk yang diinginkan oleh konsumen

g.     Mengubah perilaku, persepsi, dan pendapat konsumen terhadap produk

2.     Optimalkan Website: Pastikan website Anda menarik, mudah dinavigasi, dan berfokus pada buku Anda. Sertakan deskripsi yang menarik, kutipan dari buku, ulasan positif, serta informasi tentang penulis. Juga pastikan bahwa situs web responsif untuk berbagai perangkat.

3.     Jual Melalui Toko Online: Jika Anda tidak ingin membangun website dari awal, Anda dapat menjual buku melalui toko online seperti Amazon, eBay, Shoope, Bukalapak, Tokopedia, dll atau platform penjualan buku lainnya. Ini memberi Anda akses ke basis pelanggan yang lebih besar

4.     Gunakan Media Sosial: Manfaatkan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn untuk mempromosikan buku Anda. Posting secara konsisten tentang buku, berbagi cuplikan, ulasan, dan cerita di balik proses penulisan bisa membantu menarik perhatian audiens.

5.     Blogging: Tulis blog atau artikel yang berkaitan dengan topik buku Anda atau tema yang diangkat dalam buku. Ini dapat membantu meningkatkan otoritas Anda sebagai penulis dan menarik perhatian pembaca yang berpotensi tertarik pada buku Anda.

6.     Email Marketing: Kumpulkan alamat email dari pengunjung situs web atau pembaca yang berminat. Kirimkan mereka pembaruan berkala tentang buku baru, promosi, dan berita terkini. Ini membantu membangun dan mempertahankan hubungan dengan pembaca Anda.

7.     Kolaborasi dan Review: Ajak kolaborasi dengan blogger atau influencer yang memiliki audiens yang relevan dengan buku Anda. Mereka bisa menulis ulasan, membuat unboxing video, atau melakukan wawancara dengan Anda.

8.     Penawaran Khusus: Tawarkan promosi khusus seperti diskon khusus, bundel dengan produk lain, atau edisi terbatas. Ini bisa mendorong lebih banyak orang untuk membeli buku Anda.

9.     Pengiklanan Online: Pertimbangkan untuk menggunakan iklan online melalui platform seperti Google Ads atau media sosial. Anda dapat menargetkan iklan kepada kelompok demografis yang sesuai dengan audiens potensial Anda.

10.  Ulasan dan Rekomendasi: Ajak pembaca yang telah membeli buku Anda untuk memberikan ulasan dan merekomendasikan kepada teman dan keluarga. Ulasan positif dapat membantu membangun kepercayaan pada buku Anda.

11.  Ebook dan Audiobook: Selain cetakan fisik, pertimbangkan untuk membuat versi ebook dan audiobook dari buku Anda. Ini memberi lebih banyak pilihan kepada pembaca yang lebih suka format digital atau audio.

12.  Lacak dan Evaluasi: Gunakan alat analitik untuk melacak kinerja kampanye pemasaran Anda. Dengan memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak, Anda dapat terus mengoptimalkan strategi pemasaran Anda.

Mari kita ingat bahwa memasarkan buku secara online memerlukan waktu, dedikasi, dan konsistensi. Berinteraksi dengan audiens Anda, menjaga konten segar, dan merespons umpan balik pembaca dapat membantu membangun basis penggemar yang setia.

B.     Pemasaran Buku Melalui Komunitas. Pemasaran buku melalui komunitas adalah strategi yang efektif dalam mempromosikan dan menjual buku kepada khalayak yang lebih terkait dan berminat. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda pertimbangkan dalam menjalankan strategi pemasaran ini:

1.     Identifikasi Komunitas yang Relevan: Tentukan komunitas yang memiliki minat atau topik yang terkait dengan isi buku Anda. Ini bisa berupa komunitas online, kelompok diskusi, forum, klub buku, atau acara lokal terkait.

2.     Bergabung dan Berinteraksi: Bergabunglah dengan komunitas tersebut dan berinteraksilah dengan anggotanya. Berpartisipasi dalam diskusi, memberikan pandangan, dan membangun hubungan dapat membantu Anda mendapatkan kepercayaan dan keakraban dengan anggota komunitas.

3.     Berbagi Konten Berharga: Mulailah dengan berbagi konten yang berharga terkait dengan topik yang ada dalam buku Anda. Ini bisa berupa artikel, infografis, kutipan buku, atau saran praktis yang relevan dengan anggota komunitas. Tujuannya adalah untuk membangun kehadiran Anda sebagai sumber pengetahuan yang berharga.

4.     Promosikan Buku dengan Tepat: Jangan terburu-buru untuk memasarkan buku secara langsung. Sebagai gantinya, carilah cara yang lebih halus untuk mempromosikan buku Anda. Misalnya, Anda dapat menyertakan tautan ke buku Anda di tanda tangan email atau profil media sosial Anda, atau menyelipkan referensi tentang buku Anda dalam percakapan yang relevan.

5.     Berpartisipasi dalam Diskusi: Jika topik dari buku Anda sering muncul dalam diskusi komunitas, ambil kesempatan untuk berkontribusi. Berikan pandangan Anda dan selipkan informasi tentang buku Anda jika konteksnya memang relevan.

6.     Tawarkan Diskon Khusus: Berikan anggota komunitas diskon khusus atau penawaran istimewa terkait buku Anda. Ini dapat merangsang minat dan mendorong mereka untuk membeli buku Anda.

7.     Bekerjasama dengan Pengelola Komunitas: Jika memungkinkan, coba berkolaborasi dengan pengelola komunitas untuk mengadakan acara atau konten bersama yang dapat memperkenalkan buku Anda kepada anggota komunitas.

8.     Ulasan dan Rekomendasi: Jika anggota komunitas membaca buku Anda, ajak mereka untuk memberikan ulasan dan rekomendasi. Ulasan positif dari rekan sesama komunitas dapat memiliki dampak yang signifikan pada keputusan pembelian orang lain.

9.     Acara dan Workshop: Pertimbangkan untuk mengadakan acara atau workshop terkait dengan topik buku Anda. Ini tidak hanya dapat membantu mempromosikan buku, tetapi juga membangun kredibilitas Anda sebagai ahli dalam bidang tersebut.

10.  Jaga Keterlibatan Jangka Panjang: Pemasaran melalui komunitas adalah tentang membangun hubungan jangka panjang. Teruslah berinteraksi dan memberikan nilai kepada komunitas, bahkan setelah buku Anda telah dijual.

C.    Strategi Pemasaran Buku Melalui Offline. Pemasaran buku melalui saluran offline tetap menjadi strategi yang efektif, terutama untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan mendukung penjualan fisik. Berikut adalah beberapa strategi pemasaran offline yang dapat Anda pertimbangkan:

1.     Toko Buku Fisik: Menempatkan buku Anda di toko buku fisik adalah cara yang bagus untuk menjangkau pembaca yang lebih tradisional. Lakukan penelitian untuk menemukan toko buku lokal yang cocok dengan genre atau topik buku Anda. Anda juga bisa mengatur sesi tanda tangan buku di toko buku untuk berinteraksi langsung dengan pembaca.

2.     Strategi Pemasaran buku secara Offline melalui Penjualan langsung tatap muka / Directselling. Strategi pemasaran buku melalui direct selling bisa menjadi cara yang efektif untuk menjual buku secara langsung kepada konsumen.Strategi pemasaran buku melalui direct selling bisa menjadi cara yang efektif untuk menjual buku secara langsung kepada konsumen.

Strategi pemasaran buku melalui Directselling ini dapat dikelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju, antara lain:

1.      Pendidikan: Memasarkan buku kepada lembaga pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan. Dapat bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengadakan presentasi, pelatihan, atau seminar terkait buku yang ditawarkan.

2.      Ke setiap Perpustakaan Tingkat Nasioanal, Tingkat Propinsi, Tingkat Kota / Kabupaten sampai dengan ke tingkat perpustakaan desa.

3.      Perusahaan: Menawarkan buku sebagai bahan bacaan atau hadiah perusahaan atau CSR dari Perusahaan besar serta BUMN. Bekerja sama dengan perusahaan untuk mengadakan acara khusus, seperti seminar atau workshop, yang berkaitan dengan topik buku.

Berikut adalah beberapa target pasar yang dapat dibagi berdasarkan jenis kategori buku:

1.          Pendidikan (Buku Mata Pelajaran Utama dan Buku Pendamping) untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK: Menyediakan buku-buku yang mencakup mata pelajaran utama dan buku pendamping yang mendukung kurikulum yang digunakan di berbagai tingkatan pendidikan.

2.          Buku Teks Perguruan Tinggi: Menyediakan buku teks untuk semua mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi, membantu mahasiswa dalam proses belajar dan meraih kesuksesan akademik.

3.          Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK, Perguruan Tinggi, dan umum: Menyediakan buku referensi yang beragam untuk berbagai jenjang pendidikan, termasuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK, perguruan tinggi, serta buku referensi umum yang menarik bagi masyarakat umum.

Dengan memetakan target pasar berdasarkan jenis kategori buku ini, kita dapat mengarahkan upaya Direct Selling untuk menjangkau audiens yang tepat dan memberikan mereka buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan minat mereka.

Berikut adalah beberapa langkah dan tips dalam mengembangkan strategi pemasaran buku melalui direct selling:

a.     Segmentasi Pasar: Tentukan segmen pasar yang tepat untuk buku Anda. Identifikasi siapa yang akan paling tertarik dengan topik buku Anda dan siapa yang mungkin menjadi pembeli potensial.

b.     Pengembangan Materi Penjualan: Persiapkan materi penjualan yang menarik dan informatif. Ini bisa termasuk deskripsi buku, sinopsis, testimoni, dan alasan mengapa buku Anda bernilai dibaca.

c.     Pelatihan Distributor: Jika Anda memiliki tim distributor atau agen penjualan, berikan pelatihan tentang buku Anda. Mereka perlu mengerti dengan baik isi buku, tujuan, dan manfaatnya agar bisa menjual dengan percaya diri.

d.     Paket Penjualan: Buat paket penjualan yang menarik, seperti bundling buku dengan bonus tambahan seperti poster, ebook tambahan, atau akses ke konten eksklusif.

e.     Jaringan dan Hubungan: Bangun jaringan dengan pihak-pihak yang relevan dalam industri penerbitan, komunitas pembaca, atau kelompok yang berbagi minat yang sama dengan topik buku Anda.

f.      Pameran dan Acara: Ikuti pameran buku, acara komunitas, atau seminar yang relevan untuk memperluas jangkauan dan mendapatkan peluang untuk menjual langsung kepada calon pembeli.

g.     Penawaran Khusus: Tawarkan diskon atau promosi khusus kepada pembeli yang membeli buku langsung melalui direct selling. Ini bisa menjadi insentif bagi mereka untuk membeli lebih dari Anda daripada melalui pengecer lain.

h.     Follow Up: Setelah pembelian, pastikan untuk mengikuti up dengan pembeli untuk mendapatkan umpan balik dan membangun hubungan jangka panjang. Umpan balik positif dapat membantu dalam mempromosikan buku Anda lebih lanjut.

i.      Fokus pada Pengalaman: Pastikan pembeli merasa dihargai dan mendapatkan pengalaman yang positif saat berurusan langsung dengan distributor atau Anda sendiri. Pelayanan pelanggan yang baik dan interaksi positif dapat membantu meningkatkan loyalitas pelanggan.

j.      Analisis dan Penyesuaian: Lakukan analisis terhadap strategi pemasaran yang Anda gunakan. Pantau penjualan, tanggapan pelanggan, dan kinerja distributor. Jika ada area yang memerlukan penyesuaian, lakukan perubahan sesuai dengan hasil analisis tersebut.

k.     Selanjutnya kita juga dapat Strategi Pemasaran buku dengan Menyelenggarakan Event. Strategi pemasaran buku offline melalui event buku adalah langkah yang efektif untuk menciptakan interaksi langsung antara penulis, pembaca, dan penggemar buku. Melalui event buku, penulis dapat memperkenalkan karyanya, berbagi inspirasi, dan menjalin hubungan dengan pembaca potensial. Event buku juga menciptakan kesempatan untuk menyelenggarakan sesi tanda tangan buku, bedah buku, atau talkshow yang melibatkan penulis dan pembaca dalam diskusi yang mendalam.

Kesimpulannya, strategi pemasaran buku yang sukses melibatkan pemahaman yang mendalam tentang target audiens buku pemanfaatan berbagai saluran pemasaran, konten berkualitas, dan pemantauan terus-menerus terhadap kinerja. Dengan pendekatan yang terencana dan kreatif, Anda dapat meningkatkan potensi buku  untuk sukses di pasaran. Demikian materi pemasaran buku malam ini.

Berbagi ala Sulungku

Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu

                                               Tips dan Trik Belajar Hukum bagi Penyeleggara Pemilu KPU sebagai lembaga independen yang me...